29219 KALI DIBACA

Pemerintah Aceh Tanggung Sepenuhnya Biaya Pemulangan Jenazah Muhammad Ikram Dari Mesir

Pemerintah Aceh Tanggung Sepenuhnya Biaya Pemulangan Jenazah Muhammad Ikram Dari Mesir
KADIS Sosial Aceh, Alhudri berkunjung ke kediaman orangtua almarhum Muhammad Ikram di Gampong Jeumpet Ajuen, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar yang diterima langsung ayahandanya, Zamzami, Minggu (21/4/2019) sore.
example banner

Banda Aceh | Realitas – Pemerintah Aceh menanggung sepenuhnya biaya pemulangan jenazah Muhammad Ikram Zamzami (20), mahasiswa asal Aceh Besar yang meninggal di Kairo, Mesir, Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Pernyataan itu disampaikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melalui Kadis Sosial Aceh, Alhudri yang ditugaskan langsung berkunjung ke rumah orangtua almarhum di Gampong Jeumpet Ajuen, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu (21/4/2019) sore.

“Sesuai arahan Pak Plt Gubernur, kami sudah bertemu langsung orangtua almarhum dan keluarga besarnya di Gampong Jeumpet Ajuen termasuk berkoordinasi dengan Bu Ninik, staf Kedubes RI di Kairo menyangkut teknis pemulangan jenazah,” kata Alhudri kepada wartawan yang ikut mendampingi ke rumah almarhum.

Ayahanda almarhum Muhammad Ikram, Zamzami mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, proses pemulangan jenazah butuh waktu lima hari.

“Kami berharap kalau bisa lebih cepat akan lebih baik,” ujar Zamzami yang juga mantan Kepala Desa/Keuchik Jeumpet Ajuen.

Menurut Kadis Sosial Aceh, berdasarkan koordinasi pihaknya dengan Kedubes RI di Kairo, diupayakan pemulangan jenazah bisa lebih cepat.

Bahkan diharapkan pada Selasa (23/4/2019) malam sudah tiba di Jakarta untuk selanjutnya diterbangkan ke Aceh.

“Harapan keluarga sudah kita sampaikan, kita doakan saja tak ada kendala. Pak Gubernur juga secara khusus menitip salam kepada keluarga agar sabar menghadapi cobaan ini. Pemerintah Aceh akan membantu sepenuhnya biaya pemulangan jenazah sampai diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Alhudri.

Zamzami menceritakan, Muhammad Ikram yang merupakan lulusan dari Pesantren Oemar Diyan Indrapuri, Aceh Besar.

Ia berangkat ke Mesir sekitar empat bulan lalu dan akan memulai kuliah pada Oktober tahun ini.

Ketika anaknya itu sakit dan harus dirawat di rumah sakit, pihak keluarga sudah dapat kabar bahkan ketika diputuskan harus menjalani operasi pada Sabtu (20/4/2019) malam waktu setempat.

“Ada luka kecil di bagian kakinya dan kemungkinan infeksi menjalar sehingga tim medis memutuskan operasi, pascaoperasi kondisi Ikram dilaporkan sempat membaik namun sekitar pukul 02.00 waktu setempat meninggal dunia,” ujar Zamzami sambil menahan sedih didampingi keluarga besarnya.

Muhammad Ikram Zamzami dirawat dan menjalani operasi di Rumah Sakit El-Safarat Kairo.

“Setelah operasi, kondisi Ikram sempat membaik, tapi pada malam hari kondisinya drop lagi, Ikram meninggal dunia pada pukul 02:00 dini hari,” ujar Tgk Rif’at Zaki, mahasiswa Al-Azhar yang mendampingi Ikram sejak awal rumah sakit, sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya. (serambinews/red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS