16419 KALI DIBACA

Halangi Pengebom Gereja, Pria Sri Lanka Dikenang Bak Pahlawan

Halangi Pengebom Gereja, Pria Sri Lanka Dikenang Bak Pahlawan
example banner

Ramesh Raju dikenang bak pahlawan setelah ia tewas ketika mengadang pengebom bunuh diri yang hendak menjalankan aksinya di Gereja Zion, Sri Lanka, pada Hari Paskah lalu.

Hampir berselang sepekan setelah serangan mematikan tersebut, ruas jalan menuju rumah Raju di timur Kota Batticaloa masih dihiasi poster dan foto diri pria kelahiran 40 tahun silam tersebut.

Barisan warga mengular, menanti giliran untuk menyampaikan belasungkawa kepada istri Raju yang kini hidup bertiga dengan kedua anaknya setelah kepergian Raju.

Raju adalah satu dari 29 orang yang tewas dalam ledakan di Gereja Zion, salah satu dari tiga gereja target serangan bom beruntun pada Ahad lalu.

Saat ledakan mengguncang, ada sekitar 600 orang yang sedang merayakan Paskah di dalam gereja tersebut. Namun, hanya Raju yang melihat gelagat janggal sang pengebom dan berani menghardik.

Raju meminta pria yang membawa dua ransel itu pergi. Namun, pria itu menolak dan tiba-tiba ledakan besar terdengar dari arah pintu gereja.

“Ketika dia curiga melihat pengebom itu, dia bisa saja lari menyelamatkan diri, tapi saya rasa dia memilih untuk berkelahi dengannya dan melarang pria itu masuk ke dalam gereja,” tutur ayah Raju, Velusami, kepada AFP.

Velusami sendiri baru berbicara dengan Raju beberapa menit sebelum ledakan terjadi. Saat itu, Raju berjanji akan menelepon ayahnya setelah ibadah rampung.

Namun, bukan suara Raju yang terdengar ketika telepon genggam Velusami berdering, melainkan pegawai gereja. Ia memberi kabar bahwa Raju meninggal akibat ledakan tersebut.

Adik Raju juga tewas bersama suami dan anaknya yang baru berusia 20 bulan, meninggalkan perasaan campur aduk di hati Velusami.

“Saya kehilangan cucu, tapi di saat bersamaan, saya bangga putra saya menyelamatkan begitu banyak anak sehingga keluarga lain tak harus merasakan apa yang kami rasakan,” katanya.

Gereja Zion sendiri hanya satu dari delapan target serangan bom beruntun pada Hari Paskah lalu. Selain gereja, para pelaku juga meledakkan bom di sejumlah hotel mewah.

Secara keseluruhan, lebih dari 250 orang tewas dalam rangkaian serangan yang disebut-sebut paling parah dalam satu dekade belakangan tersebut.

Mendengar kabar tersebut, rasa bangga Velusami pada putranya kian besar. Sekali lagi ia mengucap syukur karena masih diberikan napas kehidupan berkat keberanian anaknya.

“Banyak tentara datang ke pemakamannya dan memberikan hormat di depan petinya untuk keberaniannya. Saya harap tindakan putra saya menginspirasi orang lain untuk berani,” tutur Velusami. (cnn)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS