37619 KALI DIBACA

Dituding Intervensi Dana Desa, Bupati Akmal Kumpulkan Keuchik Se Abdya

Dituding Intervensi Dana Desa, Bupati Akmal Kumpulkan Keuchik Se Abdya
Foto: Realitas/Syahrizal Bupati Abdya Akmal Ibrahim, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi tentang Perbub dana desa yang berlansung di Aula Mesjid Setdakab setempat, Senin (1/4/2019).
example banner

Blangpidie | Realitas – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim mengumpulkan 152 Kepala Desa (Keuchik) dalam Kabupaten setempat lantaran beredarnya isu bahwa pihak pemerintah Kabupaten terlalu mengintervensi dana desa terkait pengadaan alat kesenian berupa Rapi Geleng.

Menurut Bupati Akmal, terlalu mengintervensi pada salah satu item pengadaan itu tidak benar.

Kalau mengintervensi sesuai dengan aturan yang berlaku menyangkut dana desa itu harus sebagaimana diatur dalam peraturan Kementerian Desa (Kemendes) yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati (Perbub).

“Intervensi itu perlu, tapi dalam konteks pemahaman pencerdasan bukan mensalahtafsirkan seperi yang dituding selama ini, Perbub itu memang turunan dan perpanjangan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemendes,” kata Bupati Akmal dalam Rapat Koordinasi dengan para Camat, Keuchik dan Pendamping Gampong di Aula Mesjid Kantor Bupati Abdya, Senin (1/4/2019) jelang siang.

Bupati Akmal mempertegas bahwa pihaknya tidak menyuruh atau mendesak Keuchik di Abdya untuk menggunakan dana desa pada salah satu item tertentu seperti pengadaan Rapai Geleng.

“Janganlah melakukan pembodohan kepada publik, semestinya dicerna dulu bagaimana aturan dan mekanisme penggunaan dana desa itu sendiri, Keuchik tugasnya menjalankan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya dalam rapat yang juga dihadiri Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, Kasi Intel Kejari Abdya Radiman SH, Pasi Ops Kodim 0110/Abdya Kapten Inf M Arifin, Sekda Abdya Drs Thamren, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPK dan para Camat, Keuchik serta Pendamping Desa se Abdya.

Disamping itu, Bupati Akmal juga meluruskan terakit persoalan pengadaan Ayam KUB tahun 2018 lalu yang menggunakan dana desa.

Bahwasanya, dalam pengadaan itu, pihaknya selaku Bupati tidak pernah mengintervensi kepala desa harus membeli Ayam KUB.

Namun pihaknya hanya memberikan gambaran tentang salah satu item (Ayam KUB) yang bertujuan untuk pemberdayaan janda yang memelihara anak yatim.

“Sebelum program itu direncanakan dengan dana desa, saya sudah duluan memelihara Ayam KUB itu, cuman dalam perbub kita buat pemberdayaan untuk janda yang memelihara anak yatim, kalau mau laksanakan ya silahkan atau ada program lain yang menurut pak keuchik lebih baik selahkan jalankan jangan ada kata terlalu mengintervensi,” lanjutnya.

“Saya berkeinginan yang dibahas itu harus rasional dan saling mencerdaskan bukan untuk membodohi. Yang paling sakit itu membodohkan orang lain padahal tanpa disadari kita juga ikut bodoh,” sambung Akmal.

Mengenai masalah pengadaan alat kesenian berupa Rapai Geleng, tambah Bupati Akmal lagi, bukanlah sebuah desakan.

Yang perlu dibahas itu Perbub tentang pengadaan alat kesenian, silahkan cari apa saja yang menjadi kesenian daerah.

“Kalau tidak cocok dengan Rapai Geleng, cari yang berhubungan dengan kesenian dengan jumlah anggaran maksimum Rp. 25 juta, jadi itu yang dibahas ditingkat desa bukan fokus pada satu item saja, agar lebih jelas,” tutur Akmal.

Akmal mengharapkan forum keuchik di Abdya dapat melakukan pencerdasan.

Persoalan internal mengenai dana desa harusnya dikonsultasi dengan atasan, jalankan apa yang menjadi instruksi bukan justru mengadu kepada pihak-pihak tertentu yang akan membuat terjadi kesalahpahaman.

Terakhir, Bupati menekankan kepada keuchik agar tidak ada yang mengalihkan uang desa ke rekening pribadi.

“Jika itu ada, maka pihak hukum wajib menindaklanjuti,” demikian tegasnya.

Amatan dilapangan, Bupati Akmal sempat mempersilahkan beberapa Keuchik untuk bertanya terkait penggunaan dana desa yang diatur dalam Perbub. Bahkan ada dua LSM juga ikut memberikan pertanyaan untuk ditanggapi oleh Bupati.

Disamping itu, Kapolres Abdya AKBP Moh Basori dan Kasi Intel Kejari Abdya, Radiman SH sama-sama mengingatkan kepada para Keuchik untuk berhati-hati menggunakan dana desa.

Jangan ada indikasi memperkaya diri atau orang lain, tidak bekerja fiktif dan lakukan dengan akuntabel yang mampu dipertanggung jawabkan.

Kemudian mereka juga menekankan agar keuchik senantiasa melibatkan tokoh masyarakat agar pelaksanaan kegiatan di desa berjalan dengan aman. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS