36619 KALI DIBACA

Asrizal Kritik ada Proses Belajar Mengajar di Bulan Ramadhan

Asrizal Kritik ada Proses Belajar Mengajar di Bulan Ramadhan
example banner

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Asrizal Asnawi meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengeluarkan surat edaran tentang tidak adanya aktivitas belajar mengajar di sekolah selama bulan suci ramadhan.

“Kita meminta kepada Plt Gubernur Aceh untuk mengeluarkan surat edaran agar tidak ada aktivitas belajar di bulan suci ramadhan, mulai dari SD, SMP, SMA dan juga dayah yang ada di Aceh,” kata Asrizal Asnawi, Selasa (30/4).

Menurut Asrizal, hal ini penting dilakukan oleh Pemerintah Aceh mengigat Aceh merupakan daerah yang memiliki keistimewaan, berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Apalagi, kata Asrizal, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, selama bulan puasa tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Karena itu dirinya bingung kenapa tahun ini anak-anak di Aceh tetap bersekolah seperti biasanya.

“Tahun-tahun kemarin tidak ada, tahun ini kenapa ada. Meskipun tidak sebulan penuh, tapi kepada murid dan wali murid sudah diumumkan bahwa ada sekolah,” ujarnya.

Mengenai hal tersebut, Asrizal mengatakan sudah banyak orang tua murid yang mengeluh karena sekolah tidak diliburkan selama ramadhan, mereka berharap bisa mendidik anak nya sendiri selama bulan suci ini.

“Kalau proses belajar mengajar saya sudah dapat tanggapan dari orang tua, mereka meminta jangan jangan ada proses belajar mengajar, biar saja fokus beribadah bulan ramadhan,” ucapnya.

Asrizal khawatir, kalau nantinya anak-anak tetap mengikuti proses belajar mengajar di bulan ramadhan, maka puasa mereka tidak akan bertahan sampai sore hari.

“Kalau tiba-tiba nanti pulang sekolah, anak-anak merengek-rengek minta buka, ini kasian juga, toh ibadah bulan puasa di rumah juga merupakan pendidikan untuk beribadah puasa bagi mereka,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Asrizal, kalau pun ada pelaksanaan ekstra kulikuler seperti pesantren kilat dan lainnya, dirinya menyarankan agar kegiatan tersebut diperuntukan khusus bagi pelajar SMA sederajat saja, namun tetap juga harus dilakukan kajian terlebih dahulu.

“Inilah keistimewaan Aceh, kalau pun ada yang ketinggalan nanti bisa kita susul setelah ramadhan. Kalau bukan kita yang menjaga keistimewaan itu, siapa lagi,” imbuhnya.

Karena itu, Asrizal berharap kepada Dinas Pendidikan Aceh selaku mitra kerja dewan untuk meliburkan sekolah selama ramadhan. Dan meminta Plt Gubernur Aceh segera mengeluarkan surat edaran meniadakan proses belajar-mengajar selama bulan suci ramadhan.

“Kita harapkan surat edaran itu secepatnya dikeluarkan, bahkan harus diberlakukan sampai seterusnya, bukan hanya tahun 2019 ini saja,” pungkas Politisi PAN itu.

Namun, berdasarkan informasi yang terima AJNN, proses belajar mengajar memang telah direncanakan akan tetap berjalan selama ramadhan, memang tidak sebulan penuh, tetapi hanya dilakukan selama dua minggu saja.(net)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS