51619 KALI DIBACA

Kasus Penyeludupan Barang Haram Ke Aceh : Dr Darwis Angkat Bicara, Pihak Penegak Hukum Harus Bekerja Serius

Kasus Penyeludupan Barang Haram Ke Aceh : Dr Darwis Angkat Bicara, Pihak Penegak Hukum Harus Bekerja Serius
Dr H Darwis Anatami, SH.,MH

Langsa | Realitas – Kasus penyeludupan barang haram ke Aceh, Dr. H. Darwis Anatami angkat bicara, kita minta pihak penegak hukum di Aceh harus bekerja sangat serius.

Apapun alasannya persoalan hukum di Aceh menyangkut penyeludupan ini tanggungjawab penegak hukum di negeri ini tugas nya polisi, Bea Cukai, ini tugas mereka, ujar nya kepada wartawan, Minggu (17/3/2019) di Stasiun kupi di Langsa.

Lebih lanjut Dr Darwis, yang juga seorang pengacara senior di Aceh juga menyebutkan selama beberapa tahun ini banyak barang seludupan ke Aceh khusus nya di Aceh Timur, Aceh Tamiang melalui jalur tikus, kalau di Aceh Timur di kawasan Kuala Perlak, Idicut, Kuala Simpang Ulim di lalui masuk ke Sungai kecil menuju beberapa jalur tikus ke Abek Gelante (Kecamatan Madat-masih wilayah Hukum Aceh Timur), ujar nya.

Persoalan penyeludupan di Aceh ini kita minta pihak penegak hukum atau unsur terkait lainnya harus peran aktif jangan biarkan barang haram masuk ke Aceh, ujar Dosen Senior Fakultas Hukum Unsam Langsa.

Kalau dibiarkan kasus ini berjalan mulus membiarkan terjadinya kejahatan di Aceh, bukan hanya kasus penyeludupan barang haram saja yang menjadi masalah di Aceh, jangan dipikir barang yang di bawa ke Aceh bawang Merah, pakaian berkas, bawang putih, tidak tertutup kemungkinan terselip barang haram lainya seperti Narkotika (sabu-sabu) yang sangat gencar selama ini di tangkap oleh BNN di Aceh, ujar Darwis.

Kalau pemerintah kita mengatakan barang seludupan haram, pihak penegakan hukum tidak perlu takut untuk basmi secepatnya, siapapun yang terlibat harus ditindak demi kepentingan hukum di Negeri ini, kita minta kepada semua pihak jangan biarkan persoalan hukum yang salah.

Lebih lanjut, Darwis Mencermati berbagai kejadian di daerah Aceh, terutama penyeludupan barang baik barang yang dapat dikonsumsi maupun elektronik, tidak tertutup kemungkinan didalamnya diselipkan Narkotika, ini merupakan salah satu modus, oleh karenanya para penegak hukum harus peka dan pro aktif guna mengantisiapasi masuk dan beredarnya barang-barang haram itu di bumi serambi Mekah ini, tutup Darwis.

Mobil box ini yang di duga membawa barang seludupan di tangkap oleh sejumlah warga di gampong paya Nadin kecamatan madat kabupaten Aceh Timur, beberapa waktu lalu

Sebelumnya media ini memberitakan Sabtu (16/03/2019), Penegak Hukum Membiarkan Barang Seludupan Masuk Ke Aceh Timur.

Pihak penegak hukum di Aceh seperti membiarkan barang seludupan dari Luar Negeri masuk ke Aceh Timur.

Sejumlah sumber Media Realitas Sabtu (16/3/2019) menyebutkan, sepertinya pihak penegak hukum membiarkan masuknya barang haram ke Aceh setiap waktu.

Hampir setiap minggu kapal barang dari Malaysia masuk ke Aceh Timur, seperti hari sabtu jam 11.00 wib siang kapal asing masuk ke Kuala Simpang Ulim lalu masuk sungai Kawasan Abeuk Gelante Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Sejumlah sumber menyebutkan kapal yang membawa berbagai barang seludupan itu memang sering masuk ke Sungai Abeuk Gelante Kecamatan Madat Aceh Timur, yang isinya terlihat warga berbagai bungkusan dibawa oleh sejumlah orang memakai motor dan mobil, kalau yang dibawa pakai mobil terlihat bawang merah tidak tertutup kemungkinan ada barang-barang lainnya yang tidak terlihat warga, ujar sejumlah warga kepada media ini.

Kapal motor itu yang membawa barang seludupan masuk ke daerah Abeuk Gelante itu sudah sangat bebas sekali tidak ada pihak berwajib yang berani masuk atau mendekati kapal motor yang membawa barang haram itu.

Barang haram itu selama ini masuk ke kawasan Abeuk Gelante pada malam hari sekitar jam 23.00 wib malam sekarang sudah mulai masuk pada siang hari seperti hari ini Sabtu (16/3/2019) kapal motor yang membawa barang itu masuk tidak hanya secara diam-diam namun secara terang-terangan, sebut sejumlah saksi mata kepada media ini.

Barang haram itu di duga milik salah seorang mantan Kepala Desa di Aceh Timur, ujar sejumlah sumber lain.

Pihak penegak hukum sepertinya tutup mata dengan kasus penyeludupan kasus ini, warga sangat menyayangkan kalau penegak hukum yang membiarkan kasus seperti ini berjalan mulus di Aceh.

Warga meminta ketegasan pihak Polda Aceh jangan membiarkan kasus penyeludupan barang haram meraja rela di Aceh Timur.

Kasus penyeludupan ini berjalan mulus sepertinya pihak penegak hukum membiarkan begitu saja. (H A Muthallib)

Subscribe

MEDIA REALITAS