12619 KALI DIBACA

Bupati Sergai Yang Juga Sebagai Pendiri BITRA Indonesia Membuka Sarasehan 33 BITRA Indonesia

Bupati Sergai Yang Juga Sebagai Pendiri BITRA Indonesia Membuka Sarasehan 33 BITRA Indonesia

Serdang Bedagai | Realitas – Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman yang juga sebagai Pendiri BITRA Indonesia membuka Sarasehan 33 BITRA Indonesia, di Dusun II Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (13/03/2019).

Tema sarasehan tahun ini yaitu Membangun Peradaban Bersama Rakyat Melalui Implementasi Nilai Nilai dalam Cakupan Inklusi Sosial.

Selain Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman hadir juga Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Kapolres Serdang Bedagai diwakili, Dandim 02/04 Deli Serdang diwakili, Camat Pantai Cermin Benny Saragih, Direktur Pusaka Indonesia, Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi serta ratusan anggota BITRA Indonesia.

“Saya ingat saat itu, Yayasan BITRA Indonesia seperti halnya perahu kecil yang menghadapi berbagai macam badai, karang serta tantangan lain yang tengah dihadapi, hingga kini kami dapat melewatinya,”urainya.

Dengan demikian saya mengajak kita semua yang ada di sini untuk bisa menerapkan ilmu sebagai insan yang menjadi, bukan sebagai insan yang memiliki.

“Saat ini, beragam keberhasilan BITRA Indonesia dalam membina masyarakat marginal membuat saya semakin yakin di sarasehan yang ke 33 ini mampu menjadikan kita sebagai umat manusia bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Kembali ditambahkan Bupati, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan, namun perbedaan tersebut bukanlah penghambat dalam menuju tujuan negara, akan tetapi merupakan peluang dan kekuatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan, sebagai mana yang tercantum pada Pancasila, yakni sila yang ke 3 ‘Persatuan Indonesia’ yang merupakan kunci dalam mengelola perbedaan tersebut.

“Inklusi Sosial dipahami sebagai sebuah upaya penting yang dapat mendorong keadilan dan kebersamaan dalam pembangunan nasional, melalui inklusi sosial ini maka setiap masyarakat dapat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan negeri, “ungkap Soekirman.

Lebih lanjut, inklusi sosial setidaknya mencakup 3 bidang besar yang saling berkaitan yaitu pendidikan, sosial-budaya dan ekonomi.

Dari ketiga bidang tersebut, peningkatan pendidikan merupakan prioritas yang paling mendesak karena dengan pendidikan anak dan remaja marginal bisa terbebas dari belenggu keterbelakangan.

Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi mengaku tidak terbayangkan yayasan ini bisa bertahan sampai saat ini, dengan tekad yang kuat sarasehan dapat di selenggarakan hingga mencapai 33 kali.

“Sarasehan ini dibangun untuk tempat kita bertukar pikiran, mendapatkan pengetahuan yang baru, apalagi sarasehan ini di ikuti sebanyak 11 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara,”ungkapnya. (J.Irwansyahsilitonga/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS