88819 KALI DIBACA

Tiga Terpidana Cambuk Di Aceh Selatan Di Eksekusi

Tiga Terpidana Cambuk Di Aceh Selatan Di Eksekusi

Tapaktuan I Realitas – Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, mengeksekusi tiga terpidana “Ukubat Cambuk” karena melanggar Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014, berlangsung Jumat (7/12/2018) sehabis Ba’dat Jumat sekitar pukul 14.00 WIB.

Terdakwah dua (Wanita) yang bernama Nur Azizah Binti Sarbinik, hukuman camabuk 20 kali dan tuntas dilakukan Dengan kasus penjual minuman.

Acara eksikusi diselenggarakan di teras Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan yang dihadiri Sekda Aceh Selatan, H. Nasjuddin, SH, MM, Kapolres AKBP Dedy Sadsono, ST, Kadis Syariat Islam, Ustazt Hindra Hidayat, S.Ag, M. Ag, dan hakim pengawas dari Mahkamah Syar’iyah, Drs H. Abdul Kasim Usman termasuk ratusan masyarakat.

Perjalanan eksikusi menurut pantauan, di jaga dengan ketat, dari pihak kepolisian, Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Selatan, yang  di eksekusi langsung oleh Kasie PIDUM Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Riki Supriadi, SH.

Sebelum melakukan eksekusi, pihak kejaksaan membacakan putusan terhadap tiga orang terhukum, yakni Robi Harlis Juanda Bin Ali Judan warga Gampong Ujung Pasie Kecamatan Kluet Selatan, ia melakukan pemerkosaan terhadap anak, diatur dalam pasal 50 Qanun Aceh tahun 2014 tentang hukum Jinayat.

Dengan putusan Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan No.0007/JN/2017/MS. TTN 15 Agustus 2017, dikenakan cambuk (Ta’zir) 175 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani, sehingga tersisa ‘Uqubat Ta’zir’ sebanyak 76 kali.

Namun setelah dieksikusi terhukum yang sanggup ditahannya cambukan oleh Algojo sebanyak 37 kali dan masih tersisa hukuman cambuknya sebanyak 39 kali lagi. “Itu pun sempat tertunda empat kali, karena terpidana tidak sanggup dicambuk, dengan alasan kesehatan tidak mengizinkan.

Kemudian terpidana dua terdapat pada kaum wanita, yaitu Nur Azizah Binti Alm Sarbinik warga Gampong Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan, melanggar Pasal 16 Ayat (1) Qanun Aceh No.6 tahun 2014 tentang hukuman Jinayat (Qamar/minuman).

Dengan putusan Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan No.14/JN/2018/MS TTN 29 November 2018 terhukum dikenakan cambuk (Ta’zir) sebanyak 20 kali, dan tuntas dilaksanakan.

Sementara Tarmizi Bin Alm Husin, warga Gampong Lhok Sialang Kecamatan Pasie Raja, dia ditunda eksikusinya dengan alasan tim kesehatan yang ditangani oleh dr Risva Azmi, bahwa terhukum mengalami tensi darahnya 230.

Pada hal putusan Mahkamah Sya’iyah Tapaktuan No.05/JN/2016/MS.TTN 16 Juni 2016, terhukum mendapatkan hukuman cambuk (Ta’zir) 200 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani, tersisa ‘Uqubat Ta’zar’ sebanyak 183 kali.

Ia melakukan pemerkosaan terhadap anak. Diatur dalam Pasal 50 tahun 2014 Tentang Hukuman Jinayat. 

Menurut Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Kasie PIDUM, Riki Supriadi, SH, dari tiga orang yang terhukum itu, satu orang selesai menjalani hukum sebanyak 20 kali dan hari ini juga dia dibebaskan dari hukuman.

Sementara yang dua lagi akan dilaksanakan eksekusi lagi pada waktu yang belum ditentukan.

Riki menambahkan hari Selasa (11/12/2018) depan akan dilakukan eksekusi lagi terhadap tiga terhukum yang dilaksankan pada lokasi Dinas Syariat Islam Aceh Selatan. (Zulmas/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS