34419 KALI DIBACA

Tembus Rp.180 Ribu/Kg, Warga Padati Tempat Pemotongan Hewan Di Abdya

Tembus Rp.180 Ribu/Kg, Warga Padati Tempat Pemotongan Hewan Di Abdya
Foto: Syahrizal Suasana tempat pemotongan daging meugang di Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng dipadati pembeli, Kamis (14/5/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Harga Daging Meugang (punggahan) dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencapai Rp.180 ribu perkilogram, harga tersebut tidak berpengaruh apapun bahkan warga berbondong-bondong memadati beberapa titik lokasi tempat pemotongan hewan.

Tradisi pemotongan hewan seperti kerbau dan sapi sudah menjadi rutinitas tahunan dalam rangka menyambut bulan puasa dan hari raya di Abdya bahkan diseluruh Aceh pada umumnya.

Jasman, warga Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, mengaku tidak menjadi persoalan harga daging bisa mencapai Rp.180 ribu atau Rp.200 ribu perkilo sekalipun.

Dengan harga seperti itu tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli daging di tempat pemotongan hewan yang telah disediakan pedagang musiman, baik dilapangan maupun di tepi sungai dalam wilayah Abdya.

“Mungkin pelaksanaan seperti ini hanya tiga kali dalam setahun, ketika menyambut Bulan Suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

Jadi, bagaimanapun situasi hargannya tetap akan dibeli oleh masyarakat,” tuturnya kepada wartawan, Kamis (14/6/2018) di lokasi pemotongan hewan, Lapangan Bola Kaki, Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng.

Bisa dikatakan, harga daging di hari-hari tertentu memang mahal jika dibandingkan harga daging pasaran pada umumnya.

Kalau di kota-kota besar, memang sudah ada pasar hewan khusus, jadi harganya pun sudah stabil dan ditentukan sesuai pasaran.

Bukan hanya di Manggeng saja, tarif harga daging juga sama di lokasi pemotongan Krueng (Sungai) Beukah, Kecamatan Blangpidie, Pasar Tanjong Bunga, Kecamatan Tangan-Tangan dan lokasi-lokasi pasar hewan lainnya di Abdya.

“Jadi saya pikir tidak masalah, kalau umpamanya ada masyarakat tidak mau membeli daging, mereka pasti beralih ke daging Ayam atau sejenisnya.

Yang jelas untuk hari itu tetap dipenuhi,” demikian tutur Jasman.

Tanggapan sama juga diutarakan Yasir, salah satu pedagang daging meugang di Pasar Tanjong Bunga, Tangan-Tangan.

Harga jual daging mencapai Rp.180 ribu perkilo.

Harga tersebut merupakan hasil keseragaman dan kesepakatan bersama para pedagang daging di Abdya.

“Jadi tidak ada yang memotong harga, karena penatapan harga tesebut sudah sesuai dengan harga satu ekor kerbau yang kita beli,” jelasnya.

Biasanya, lanjut Yasir, harga daging bisa saja mulai turun seiring waktu yang terus berjalan.

Jika pagi sekali, harga daging masih mencapai Rp.180 ribu, tapi pada saat sudah memasuki pukul 10.00 WIB, harga daging mulai turun secara perlahan hingga mencapai Rp.120 ribu perkilo bahkan Rp.100 ribu.

“Terkadang permintaan masyarakat lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah hewan yang kita potong (sembelih).

Untuk Tangan-Tangan saja tersedia sekitar 11 ekor Kerbau.

Terkadang itu saja tidak cukup,” tuturnya singkat.

Pengamatan dilapangan, warga nampak berbondong-bondong memadati kawasan pasar Desa Seunolop, Kecamatan Manggeng dan Pasar Daging di Pasar Tanjong Bunga, Kecamatan Tangan-Tangan begitu juga di Lokasi Pemotongan Hewan, Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie tepatnya ditepi sungai Krueng Beukah.

Untuk wilayah Manggeng diperkirakan puluhan ekor kerbau terpotong yang sudah lulus pemeriksaan oleh tim kesehatan hewan. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS