62419 KALI DIBACA

Polda Sumut Konferensi Pers Terkait Tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun, 4 Orang Dinyatakan Tersangka

Polda Sumut Konferensi Pers Terkait Tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun, 4 Orang Dinyatakan Tersangka

Sumatera Utara | Realitas – Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw didampingi oleh Irwasda Polda Sumut dan PJU Polda Sumut menggelar Konferensi Pers terkait Hasil Penyidikan Satgas terhadap Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (25/06/2018) pukul 08.00 Wib bertempat di Lobby Adi Pradana Mapolda Sumut.

Adapun kronologis kejadian yaitu Senin (18/06/2018) sekitar pukul 17.00 Wib Nakhoda Kapal An. Poltak Soritua Sagala bersama tiga orang ABK nya berangkat dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras Kecamatan Perdamaian Kabupaten Simalungun dengan membawa penumpang yang diperkirakan + 150 orang dan sepeda motor + 70 unit.

Setelah berlayar beberapa menit pada pukul 17.30 Wib kapal terasa ada benturan dan langsung mesin mati dan kapal berhenti dan terbalik kearah sebelah kanan (telungkup) dengan kondisi terapung + selama 5 menit.

Pada pukul 17.35 Wib kapal tenggelam secara keseluruhan sedangkan para penumpang ada berenang menyelamatkan diri menunggu datangnya pertolongan, pada pukul 17.35 wib sebuah kapal Feri lewat dan memberikan pertolongan.

Korban yang berhasil dievakuasi dari tenggelamnya berjumlah 24 orang dari KM Sinar Bangun IV yang tenggelam di Danau Toba dan sebanyak 21 orang selamat dan 3 lainnya meninggal dunia.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumut, Kapolda Sumatera Utara menyampaikan bahwa telah ditetapkan 4 tersangka dalam kasus tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba.

‘’Keempat tersangka tersebut antara lain, Nakhoda kapal dan sekaligus sebagai pemilik kapal.

Poltak Soritua Sagala, pihak regulator an. Karnilan Sitanggang (Pegawai Honor Dishub Samosir) anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Kapos Pelabuhan Simanindo an. Golpa F. Putra (PNS Dinas Perhubungan Kab. Samosir) dan Rihad Sitanggang Kabid ASDP (Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan),’’ ucap Kapolda Sumut.

Modus dari pada tersangka dalam melayarkan kapal tersebut untuk mencari keuntungan dengan memuat penumpang melebihi Tonase / jumlah penumpang (45 orang) sesuai dengan surat kelengkapan pengangkutan.

‘’KM. Sinar Bangun berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar, melayarkan kapal tidak laik laut serta mengoperasikan kapal tanpa memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran sehingga mengakibatkan matinya orang (penumpang),’’ lanjut Kapolda Sumut.

Dari hasil penyidikan diamankan barang bukti berupa:
– 45 Blok Karcis Retribusi masuk pelabuhan senilai Rp. 500,- yang telah digunakan
– 48 Blok Retribusi Pemeliharaan Dermaga (Roda Dua) senilai Rp. 500, yang telah digunakan
– Photo copy dokumen kelengkapan Kapal KM. Sinar Bangun 4 No. 117.

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada tersangka yaitu Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo pasal 359 KUHPidana ( Dengan pidana kurungan selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 Miliar) Jo pasal 359 KUHPidana (Penjara selama-lamanya 5 tahun). (trb/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS