92219 KALI DIBACA

PN Idi Putuskan Hukuman Seumur Hidup Lima Terdakwa Bandar Sabu, Jaksa Ajukan Banding.

PN Idi Putuskan Hukuman Seumur Hidup Lima Terdakwa Bandar Sabu, Jaksa Ajukan Banding.
example banner

Aceh Timur I Realitas – Pengadilan Negeri (PN) Idi Aceh Timur Provinsi Aceh, Memutuskan kelima Bandar Narkoba Jaringan Internasional Asia Tenggara dijatuhi hukuman seumur hidup, dan satu diantaranya, demikian disampaikan oleh Ketua pengadilan Negeri Idi melalui Humas pengadilan Irwandi.SH diruang kerjanya, Kamis (7/6/2018).

1. Dalam putusan perkara No 29/pidsus/2018/PN IDI, persidangan tersebut digelar pada hari Rabu 6 Mei 2018 pukul 10:00 yang langsung dipimpin oleh Ketua pengadilan Negeri Idi Iwan Irawan.SH Hakim Anggota Irwandi.SH dan Andi Evendi Rusdi.SH serta Panitia pengganti Raden Budiawan.SH, dalam pengambilan keputusan terhadap terdakwa saudara Udin Daini dan dibacakan oleh Ketua majelis hakim memutuskan 15 tahun penjara denda Satu miliar Rupiah atau Subsider delapan bulan penjara, keputusan tersebut sudah sesuai dengan Aturan pasal 114 ayat 2 Undang undang nomor 35 tahun 2009, sebelumnya Kejaksaan Aceh Timur melalui Jaksa Penuntut Umum Khaeirul Hisam. SH. MH, Edi Suhadi S.H menuntut 20 tahun penjara terhadap terdakwa narkotika Udin Daini pada persidangan Rabu (23/5/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Idi.

2. Dan ia menambahkan lima terdakwa lainnya dijatuhi vonis seumur hidup diantara: perkara Nomor 28/pidsus/2018/PN IDI, terhadap terdakwa narkotika Fakhrurrazi Bin Abdullah divonis atau dijatuhi Hukuman seumur hidup, yang sebelumnya jaksa penuntut umum melalui jaksa penuntut umum Edi Suhadi.SH menuntut hukuman mati terhadap saudara terdakwa.

3. Dalam perkara Nomor 27/pidsus/2018/PN IDI, atas Nama Rahmat Ahyan Bin Hanapiah juga dijatuhi vonis seumur hidup oleh pengadilan Negeri Idi yang diketuai oleh majelis Hakim Iwan Irawan.SH.Hakim Anggota Khalid.SH dan Andy Efendi.Rusdi.SH dan Panitra pengganti Asnawi, namun dalam sidang tuntutan sebelumnya tanggal (23/5/2018) jaksa penuntut umum Edi Suhadi.SH menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Rahmat Ahyan Bin Hanapiah.

4. Kasus perkara Nomor 24/25/26/PN Idi terhadap tiga orang terdakwa diantaranya: M.Saleh,M.Husen Alias Raja,dan Ibnu Idris alias Benu alias Awi pengadilan Negeri Idi yang diketuai oleh Majelis hakim Arnaini.SH.MH dan hakim Anggota Irwandi.SH dan Khalid.SH serta Panitra pengganti Raden Budiawan purnama.SH, dalam keputusan tersebut ketiga terdakwa narkotika juga dijatuhi vonis Hukuman seumur hidup, sebelumnya Jaksa penuntut umum Khearul Hisam.SH.MH. tanggal (23/5/2018) menuntut hukuman mati.

Dari semua keputusan pengadilan Negeri Idi yang digelar pada hari Rabu tanggal 6 Mei 2018 waktu itu disampaikan kepada kejaksaan, bagaimana dengan keputusan tersebut, jaksa penuntut umum mengatakan pikir-pikir, ujar humas PN idi Irwandi.SH.

Saat dikonfirmasi oleh Media ini ketua Kejaksaan Negeri Idi, Abun Hasbulloh Syambas, S.H., M.H. melalui Kasi Pidum Muliana.SH,diruang kerjanya hari ini Kamis 7 Mei 2018 menyebutkan bahwa, Kelima terdakwa yang dituntut hukuman mati tersebut ialah, M. Husein alias Raja, M.Saleh, Rahmat Ahyan, Fakhurrazi, dan Ibnu Idris alias Benu alias Awi, kelima nya warga Kabupaten Aceh Timur, jaksa juga mengatakan Banding karena sebelumnya kelima terdakwa dituntut hukuman mati, oleh Jaksa dari Kajari Idi.

Sebelum nya Media juga memberitakan Kejaksaan Negeri Idi Menuntut Hukuman Mati Kelima Bandar Narkoba.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur melalui Jaksa Penuntut Umum Khaeirul Hisam. SH. MH, Edi Suhadi S.H menuntut mati lima terdakwa narkotika, pada persidangan Rabu (23/5/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Idi, di depan majelis hakim diketuai oleh Iwan Irawan, dengan anggota Khalid SH, dan Andy Effendi Rusdi.SH.
Ketua Kejaksaan Negeri Idi, Abun Hasbulloh Syambas, S.H., M.H. melalui Kasi Pidum Muliana, SH. mengatakan kepada Media ini Jumat (25/5/2018).

Diruang kerjanya mengatakan bahwa, Kelima terdakwa yang dituntut mati tersebut ialah, M. Husein alias Raja, M.Saleh, Rahnad Ahyan, Fakyhrul Razi, dan Ibnu Idris alias Benu alias Awi, sudah sesuai dengan proses dan Undang undang.

Sedangkan seorang terdakwa lain bernama Udin Daini dituntut dengan hukuman 20 tahun penjara.

Keenam terdakwakwa dikenai Pasal 114 ayat 2 Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas tuntutan mati dan 20 tahun itu,keenam terdakwa akan mengajukan pledoi (pembelaan) pada persidangan berikutnya.

Pengungkapan kasus narkotika ini dilakukan oleh BNN RI pada 16 September 2017.

Pada saat itu terdakwa Ibnu Idris (38), Husein (38) dan Saleh (38) melakukan tindak pidana narkotika dengan cara terdakwa Ibnu memerintahkan terdakwa M.Saleh dan M.Husen untuk mengambil narkotika di perairan perbatasan Malaysia dengan Indonesia, menggunakan perahu motot jenis Teptep yang disediakan Ibnu beserta perlengkapan lainnya.

Saat terdakwa M.Husein dan M.Saleh tiba di tempat yang sudah ditentukan, maka terjadi serah terima narkoba dengan orang Malaysia.

Kemudian M.Saleh dan M.Husein kembali menuju perairan Aceh.

Namun saat di dekat Pantai Kuala Glumpang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, kapal patrol berisi anggota BNN RI mencegatnya.

Namun M.Saleh dan M.Husein lari dengan meninggalkan kapal berisi narkoba tersebut menuju Kota Binjai untuk bertemu Ibnu Idris.

Meskipun demikian, ketiganya berhasil diamankan petugas BNN.

Dalam penggeledahan yang dilakukan dalam kapal yang ditinggalkan M.Husein dan M.Saleh itu, petugas BNN berhasil menyita barang bukti sebanyak 137,692 Kg sabu-sabu, dan 42.500 butir pil ekstasi.

Sementara dari terdakwa Fakhrul Razi disita sebanyak 12,766 Kg sabu yang tersimpan dalam 12 plastik, dan 18 bungkus coklat berisi 90 ribu butir pil ekstasi, dan 10 ribu butir Happy Five.

Sedangkan dari terdakwa Rahmad Ahyan disita sebanyak 143,50 Kg sabu, dan 8.500 butir pil ekstasi, dan dari terdakwa Udin Daini disita sabu seberat 5,427 Kg sabu, demikian ujarnya Muliana.SH. (Hasbi abubakar/ H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS