520219 KALI DIBACA

Oknum Polisi Ancam Warga Paya Barat Kecamatan Peudada.

Oknum Polisi Ancam Warga Paya Barat Kecamatan Peudada.

Bireuen I Realitas – Oknum polisi dari Polsek Peudada Kabupaten Bireun Provinsi Aceh, yang lagi mengawal pembangunan jalan, dikabarkan mengancam sejumlah warga karena menentang pengerjaan proyek siluman, di Gampong Paya Barat Kecamatan Peudada yang berselemak dengan masalah.

Informasi dihimpun Media Realitas di lokasi, Minggu (3/6/2018) menyebutkan, oknum Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babin Kamtibmas), Brigadir Munawir mengancam akan memukuli, serta memenjarakan warga yang menghalangi pekerjaan proyek jalan dari sumber dana desa itu.

Padahal, warga keberatan atas sikap sepihak Oknum Keuchik, yang membangun jalan hot mix di atas badan jalan rabat beton.

Sehingga, mereka berniat mau mencegah pembangunan proyek siluman, tetapi ditakut-takuti oleh polisi yang diduga telah dibayar oleh Keuchik.

Agani (50) warga Paya Barat mengaku sempat diancam oleh Oknum Babin Kamtibmas, akibat memprotes aktifitas pembangunan pekerjaan proyek jalan itu.

Bahkan, selain akan dipukuli juga dipenjara di mapolsek, apabila ngotot menghalangi pembangunan tersebut.

“Saya diancam akan dipenjara dan dipukuli kalau kami melarang pengerjaan proyek itu.

Padahal, kami hanya mencegah supaya tidak terjadi lagi korupsi dana desa, seperti kasus yang kini ditangani inspektorat akibat Keuchik menyelewengkan anggaran masyarakat,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Jailani Abu Bakar (47) yang tercatat sebagai anggota Tuha Phuet.

Menurutnya, Keuchik diduga hendak menarik uang desa, untuk kebutuhan lebaran.

Sehingga, cara paling mudah mencairkan dana yakni melaksanakan proyek tersebut.

Karena hanya butuh waktu beberapa hari saja langsung selesai, lantas menguras uang desa sesuka hati.

“Pak Munawir bilang ke kami kalau ada yang menghalangi kerjaan itu, akan dimasukkan ke dalam sel,” sebutnya.

Keuchik Paya Barat, Azhari Thayeb didampingi pendamping desa, Topan saat dikonfirmasi di lokasi proyek itu mengaku, sebenarnya tidak ada persoalan.

Tetapi karena segelintir pihak mengacau, maka timbul masalah.

Apalagi, warga yang menentang dirinya selama ini ikut dikomandoi oleh Ketua Tuha Phuet Gampong.

“Saya heran, mengapa setiap pembangunan yang kami kerjakan selalu diganggu oleh mereka,” keluhnya.

Topan yang ditanyai mengaku, proyek itu tak bermasalah, meskipun dibangun di atas jalan rabat beton.

Dirinya, mendukung pekerjaan ini karena tidak menyimpangi aturan.

“Ini peningkatan jalan, jadi saya selaku pendamping desa, mendukung penuh proyek jalan hot mix ini, meski dibangun diatas jalan rabat beton,” jelas Topan yang kemarin sempat memfoto wartawan saat mewawancarainya.

Sejumlah sumber lain menyebutkan jika dana desa Paya Barat, selama ini ikut dinikmati oleh Muspika baik Camat, Danramil dan Kapolsek.

Seperti tercatat dalam dokumen dana desa itu yang terungkap sejak beberapa waktu lalu.

Pantauan Media Realitas, kapolsek kemarin terlihat meninjau lokasi itu, serta tampak berbincang dengan Keuchik di halaman rumah warga, yang berdekatan dengan proyek jalan hot mix tersebut.

Media ini belum mendalam keterangan resmi baik dari Kopolsek Peudada maupun dari Kapolres Kabupaten Bireuen dalam kasus ancaman Warga Gampong Paya Barat Kecamatan Peudada.
(M Reza)

Subscribe

MEDIA REALITAS