69819 KALI DIBACA

Lubang di Jalan Nasional Abdya Ancam Pengendara

Lubang di Jalan Nasional Abdya Ancam Pengendara
Rambu-rambu (tanda) seala kadar terpancang di jalan Nasional kawasan Desa Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil agar pengendara dapat lebih berhati-hati untuk menghidari lubang pada badan jalan, Rabu (25/4/2018).
example banner

Blangpidie I Realitas – Lubang dengan kedalaman 25 centimeter pada badan jalan lintas nasional wilayah Desa Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas dikawasan setempat.

Kendaraan yang melintasi kawasan tersebut, terpaksa harus berhati-hati karena bisa saja akan terperosok kedalam lubang menganga tersebut.

Hasli salah seorang pengendara yang tengah melintas kepada wartawan, Rabu (25/4/2018) mengaku sudah lama melihat lubang dijalan itu, bahkan hampir tiap hari melintas selalu harus menghindari lubang tersebut. “Kita sangat khawatir kalau pengendara yang belum menghafal betul lokasi jalan disini, bisa dipastikan akan terperosok kedalam lubang,” ungkapnya.

Meski telah berkali dilakukan perbaikan oleh instansi terkait, lubang menganga yang berada di beberapa titik itu tetap saja akan muncul kembali bahkan kerap terjadi kecelakaan bagi pengendara.

Apalagi saat lubang badan jalan ditutupi oleh genangan air, sehingga akan menipu pandangan pengendara yang seolah-olah melihat jalan itu mulus. “Ketika melaju serta mengalami benturan pada roda, barulah pengendara mengetahui jalan tersebut rusak. Posisi seperti itu rentan membuat pengendara jatuh,” sebut Hasli.

Ismail warga lainnya menambahkan, jika kendaraan seperti mini bus maupun truk dari dua arah sedang melaju, salah satu kendaraan harus berhenti serta menepi, guna menghindari lubang termasuk untuk menghindari benturan antara badan kendaraan.

“Terlihat banyak titik ruas jalan mengalami kerusakan yang sangat membahayakan pengendara. Parahnya lagi, di sejumlah titik ruas jalan itu terdapat lubang dengan ukuran yang hampir mencapai setengah badan jalan,” ujarnya.

Untuk meminimalkan lubang di jalan yang kerap memakan korban itu, warga setempat sempat memasang rambu-rambu (tanda) dengan meletakan bambu yang telah dipasangi karung, agar pengendara dapat lebih berhati-hati dan menghidari lubang tersebut.

Semakin sering dilintasi truk-truk bermuatan berat, maka diameter lubang semakin membesar. Dengan kerusakan ini, Ismail berharap instansi terkait melakukan penutupan pada jalan yang berlubang serta perataan pada jalan yang bergelombang yang dapat memicu kecelakaan lalulintas.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Abdya, Muhibuddin, ST membenarkan kondisi jalan berlubang tersebut. Laporan terkait kerusakan jalan telah disampaikan ke PPK 11 Satker PJN2 Provinsi Aceh selaku pihak yang berwenang dalam melakukan perbaikan kerusakan jalan nasional.

“Kita sudah laporkan masalah itu, semoga saja cepat diperbaiki. Kalau tidak, badan jalan akan semakin rusak dilindas truk bermuatan berat termasuk mengancam keselamatan pengendara,” singkatnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS