78219 KALI DIBACA

FGSD- Unsam Langsa, WWF Aceh North Sumatra dan LSM Bale Juroeng Tanam Ribuan Bibit Mangrove.

FGSD- Unsam Langsa, WWF Aceh  North Sumatra dan LSM Bale Juroeng Tanam Ribuan Bibit Mangrove.
example banner

Aceh Timur | Realitas – Menyambut Pekan Lingkungan Perayaan Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018, Pusat Informasi Mangrove Aramiyah-Birem Bayeun, Aceh Timur Provinsi Aceh,  adakan penanaman Mangrove ,Sabtu (14/4).

Penanaman Mangrove,  dilakukan oleh Mahasiswa FKIP jurusan PGSD Universitas Samudra Langsa ( Unsam ) dan relawan LSM Bale Juroeng.

Asnawi Abbas ,Dosen Pembimbing yang membawa 150 mahasiswa Unsam pada penanaman mangrove ini menyebutkan  adalah perwujudan dari Bakti Sosial kepedulian civitas akademika PGSD Universitas Samudra Langsa. Adapun tema  yang diusung” Selamatkan Bumi Kita Untuk Anak Cucu”.

Bibit mangrove yang ditanam yaitu Bakau Minyak (Rhizophora Apiculata) dan Tengar (Ceriops tagal) yang disediakan LSM Bale Juroeng dan WWF Aceh North Sumatera.

Direktur LSM Bale Juroeng, Iskandar Haka berterima kasih kepada para dosen dan mahasiswa Unsam Langsa, ini yang menanam Mangrove & difokuskan dibeberapa titik lokasi di wilayah Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang Provinsi Aceh, ujar nya lagi.

Diperkirakan sekitar 1.500 batang bakau telah ditanam di Mangrove Information Center (MIC)-Aramiyah Kabupaten Aceh Timur, sebutnya lagi.

“Dari 42 jenis mangrove endemic asli Pesisir Timur Pantai Aceh telah terkoleksi sekitar 30 jenis di MIC-Aramiyah, ujar Iskandar Haka.Lebih lanjut di jelaskan , LSM Bale Juroeng pada tahun ini dapat terkoleksi seluruh jenis mangrove di lokasi tersebut.

Kegiatan ini dihadiri 4 dosen pembimbing dan 150 mahasiswa PGSD-Unsam Langsa yang merasakan manfaat langsung mendapatkan pencerahan dan pengalaman sekolah lapangan
mengenai hutan mangrove yang disampaikan Edy Phona staff Humas LSM Bale Juroeng. “Mangrove tidak membutuhkan Manusia, tetapi sebaliknya Manusia membutuhkan mangrove.

Maka dengan kepedulian dari semua pihak termasuk mahasiswa PGSD-Unsam Langsa hendaknya tidak berhenti diacara ini tetapi tetap berlenjut secara berkelanjutan untuk
menjaga lingkungan secara lestari,” kata Edy Phona. Semua kita wajib menjaga hutan mangrove ini  demi anak cucu kita nanti lebih aman hidup nya. (  hai )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS