52319 KALI DIBACA

BPBK Usulkan Lima Jembatan Ambruk di Abdya ke Pusat

BPBK Usulkan Lima Jembatan Ambruk di Abdya ke Pusat
example banner

Blangpidie | Realitas -Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya) dalam tahun 2018 mengusulkan lima unit jembatan penghubung antar desa yang ambruk dihantam banjir luapan beberapa waktu lalu dalam sejumlah wilayah di kabupaten setempat. Usulan BPBK tersebut, dialamatkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.

Kepala BPBK Abdya, Amiruddin Senin (9/4/2018) menyebutkan, kelima jembatan tersebut yakni, jembatan penghubung di Dusun Alue Trieng Gadeng, Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil. Jembatan Cot Mancang, Kecamatan Blangpidie. Jembatan Rubek Meupayong dan Jembatan Padang Baru, Kecamatan Susoh.

Selain jembatan penghubung, BPBK juga mengusulkan tanggul pengaman tebing di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) dalam wilayah Kabupaten Abdya. Bahkan, kata Amir, ada yang telah selesai dilakukan verfikasi oleh pihak BPNB seperti DAS Tangan-Tangan, Krueng Susoh, Krueng Manggeng dan Krueng Baru.

Amir menjelaskan, ke lima unit jembatan pengehubung desa dimaksud, sebelumnya telah ditangani secara darurat menggunakan pohon kelapa dan sejenisnya agar bisa dilintasi warga. Namun, warga tetap harus berhati-hati karena bangunan jembatan bukan permanen serta bersifat sementara.

“Pasca ambruk dihantam banjir luapan, sejumlah jembatan itu masih tertangani secara darurat. Oleh karenanya, untuk pembangunan secara permanen kami mengusulkan ke BNPB,” sebutnya.

Begitu juga dengan pembangunan tanggul pengaman tebing yang realisasinya sangat dinantinkan masyarakat juga masih menunggu realisasinya. Pasalnya, erosi tebing sungai telah mengakibatkan banyak kerugian, seperti rusaknya lahan warga, penyusutan tanah hingga mengancam pemukiman warga.

Disamping itu, Amir mengaku hampir setiap tahun dalam masa jabatannya sebagai Kepala BPBK telah beberapa kali mengusulkan pengaman tebing untuk sejumlah sungai yang sangat parah di Abdya. Salah satunya DAS Tangan-Tangan yang selalu menjadi sasaran erosi saat musim penghujan tiba.

“Dari sekian kali usulan yang kita kirim, baru di tahun 2018 tim melakukan verfikasi. Semoga saja, pembangunannya segera dilakukan. Dan kita juga berharap dukungan pemilik tanah agar tidak menghambat realisasinya nanti,” demikian tuturnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS