89019 KALI DIBACA

Badan Jalan Kabupaten di Kluet Timur Cukup Memprihatinkan

Badan Jalan Kabupaten di Kluet Timur Cukup Memprihatinkan
Kondisi badan jalan kabupaten Terdapat di di tiga desa yakni, Gampong Lawe Cimanok, Lawe Sawah dan Gampong Buloh Didi Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan, berhasil direkam Senin (23/4/2018).MEDIA REALITAS/ZULMAS
example banner

ACEH SELATAN-REALITAS:Lintasan jalan Keude Rundeng-Lawe Cimanok Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan, kondisinya sangat memprihatinkan disamping badan jalan yang terjungkal batu juga bagaikan kubangan kerbau.

Yang tetdapat dalam Kecamatan Kluet Timur kondisi di badan jalan kabupaten yang cukup memprihatinkan tersebut, terdapat pada tiga desa yakni, Gampong Lawecimanok, Lawesawah dan Lawebulohdidi, yang sengaja dibiarkan pemkab sudah berlangsung puluhan tahun itu.

Amatan media ini, sebagian titik lokasi badan jalannya hancur total dengan lubang-lubang besar dan layaknya kubangan kerbau dan dihiasi pecahan aspal dan batu-batu koral berserakan.

Menurut warga, akibat kondisi yang sangat parah sejak belasan tahun, sehingga mobilitas mereka yang berada pada kawasan pedalaman Aceh Selatan yang kaya dengan hasil pertanian dan perkebunan tersebut baik untuk kegiatan ekonomi maupun kekeluargaan mengalami terganggu atau terhambat.

Sebagian mereka, dominan petani itu, sebelumnya mengeluhkan kondisi badan jalan yang rusak itu sering kali menimbulkan insiden, terjerembab di tengah jalan saat membawa hasil perkebunan dan kecelakaan tunggal lalu lintas lainnya.

Masih menurut warga disana, diakui badan jalan itu diaspal sejak tiga puluh tahun yang lalu, kalau ngak salah pada masa presiden RI Pak Soeharto, namun badan jalan sekarang berantakan, selaian berlobang yang cukup besar juga batu koral berantakan, katanya enggan disebutkan namanya dimedia ini.

Kepala Dusun (Kadus) Dusun Teladan Gampong Lawe Cimanok, Nisful Iman dihubungi media ini Senin (23/4/2018) mengakui apa yang dikatakan masyarakat, itu benar apa adanya.

Badan jalan yang sudah kopak kapik itu bukan desa kami saja, bahkan dua desa lainnya yaitu badan jalan kabupaten yaitu Desa Lawe Cimanok dan badan jalan Desa Buloh Didi nasib yang sama.

Disini coba bapak wartawan lihat, bukan badan jalan saja yang rusak, tapi bahkan jembatan disepanjang jalan ini ada terancam ambruk bahkan ada jembatan memakai jembatang batang kelapa. “Apakah ada dizaman sekarang ini jembatan batang kelapa, tapi daerah kami didapati,” imbuh Kadus Nisful Iman.

Menurutnya, jalan yang rusak yang cukup fatal diperkirakan sepanjang 7 KM, itu untuk mobilitas perekonomi dan akses keluar masuk masyarakat.

Ditanya seputar usulan, Nisful Iman menjawab secara gamblang, kami bukan mengusulkan lagi, tapi kami sudah bosan mengusulkan, mulai dari tingkat kecamatan bahkan ketingkat kabupaten, hanya itu-itu saja diusulkan proposl, ujarnya.

Seiring dengan itu warga lain menambahkan, mereka sangat menyesalkan terhadap pemerintah daerah, selama kepemimpinan lima tahun ini bahwa pembangunan di Aceh Selatan sudah merata. Tapi buktinya cukup bertolak belakang dengan perkataan, ujarnya.

Mereka menambahkan, sekarang musim pilkada lagi, apakah masih ada juga janji-janji palsu tersebut. Demi mendapatkan suara, katanya dengan nada yang agak tinggi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Petataan Ruang (PU/PL) Aceh Selatan, Bahrumsyah dihubungi secara terpisah di kantornya, kata staf mereka “Bapak sedang Sespim di Banda Aceh”.

Namun dihubungi Kabid Bina Marga terkait Jalan dan Jembatan, Surya Rahmadi, tidak berhasil, namun dihubungi melalui telepon genggamnya beberapa kali, tidak aktif atau diluar jangkauan.(MR.ZULMAS)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS