258319 KALI DIBACA

Merasa Kebal Hukum PT .Takabeya Perkasa Masih Konsumsi BBM Subsidi.

Merasa Kebal Hukum PT .Takabeya Perkasa Masih Konsumsi BBM Subsidi.

Bireuen | Realitas- Angkutan truk milik perusahan besar dan ternama PT .Takabeya Perkasa sampai malam ini masih mengisi bahan bakar solar bersubsidi yang di peruntukkan untuk rakyat kecil. Anehnya lagi armada perusahaan besar ini terlihat sangat berani mengisi BBM pada malam hari di No 13.242.406 Desa sawang kecamatan peudada Kabupaten Bireuen.

Diduga sampai saat ini seluruh kendaraan operasional dan alat berat perusahaan milik Adik kandung Bupati Bireuen PT. Takabeya Perkasa tak perduli menggunakan BBM bersubsidi.

Padahal semua sudah di sebutkan penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat melanggar Pasal 55 Pasal 56 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara Maksimal 6 Tahun dan denda maksimal Rp 60 miliyar.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, industri milik Adik Bupati Bireuen selama ini masih saja mengkonsumsi Solar. Terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan raksasa tersebut.

Seperti sejumlah sumber yang juga ikut menyaksikan pada malam minggu ini 4/ februari/2018 pada pukul 00:00 saat berlasungnya pengisian BBM itu kepada media ini sambil tersenyum menuturkan, Sepertinya mereka terkesan kebal hukum dan enggan menggunakan BBM industri, karena ingin meraup untung besar sehingga solar bersubsidi yang merupakan hak masyarakat kecil bisa di sikat habis.

Pantauan media ini, malam minggu sekitar pukul 00:00 wib 4 februari/2018 terlihat di SPBU No 13.242.406 Desa Sawang kecamatan peudada kabupaten Bireuen. Deretan dum truk Milik PT. Takabeya Perkasa sedang mengisi solar subsidi di SPBU itu. Tak sedikitpun ada rasa takut dengan ulah mereka yang melakukan pelanggaran tersebut.

Sementara itu Menejer SPBU tersebut Fauzi yang di hubungi media ini melalui handphone terkait masalah itu mengaku dirinya sedang kurang sehat.Dan tidak ada berada di lokasi ungkap nya kepada (M.Reza)

Subscribe

MEDIA REALITAS