79419 KALI DIBACA

Deputi BNN Irjen Arman Depari : BNN Ungkap Pidana Pencucian Uang Senilai Rp.6,4 Triliun

Deputi BNN Irjen Arman Depari : BNN Ungkap Pidana Pencucian Uang Senilai Rp.6,4 Triliun
BNN ungkap Pidana Pencucian Uang Narkotika jaringan Freddy Budiman.(L.6/M.Nazar)
example banner

Jakarta I Realitas – Badan Narkorika Nasional (BNN) membongkar kasus pencucian uang dengan pidana pokok narkotika, Jumlahnya cukup fantastis, yaitu mencapai Rp.6,4 Triliun dari melakukan pengembangan jaringan narkotika Togiman, Haryanto Candra, dan juga Freddy Budiman.

“Tiga tersangka ditangkap, HR, DY, dan FH, yang kami tangkap di Jakarta,”Ujar Deputi Berantas BNN Irjen Arman Depari saat jumpa pers di Markas BNN, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2018).

Dari tiga tersangka, diketahui DY adalah otak pelaku kasus ini, Modus operasi digunakannya melalui 6 perusahaan fiktif untuk bertransaksi keuangan dari beberapa bandar narkoba, termasuk Freddy Budiman.

DY diketahui menggunakan beberapa rekening atas nama-nama karyawannya, Sejumlah rekening itu dibuat di bank dalam dan luar negeri,”Ujar Irjen Arman Depari.

“Dalam periode tahun 20142016, PT PSS (salah satu perusahaan fiktif milik DY) mengirimkan dana ke luar negeri dengan 2.136 invoice fiktif, ini dikirim lewat sejumlah bank,” kata Arman mencontohkan salah satu modus tersangka.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pencucian Pencucian Uang (TPPU),”Ungkap Arman.

“Undang Undang narkotika sendiri mereka terancam hukuman mati, dan untuk TPPU mereka terancam 20 tahun penjara,”Tutup Deputi Berantas BNN Irjen Arman Depari.(L.6/M.Nazar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS