745719 KALI DIBACA

Seorang Wanita Kristen Peluk Agama Islam di Labuhanhaji Aceh Selatan

Seorang Wanita Kristen Peluk Agama Islam di Labuhanhaji Aceh Selatan
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, Tgk Pairus Satar, S. Ag sdeng mensyahadatkan Khairunnisak dari agama Kristen Protestan berpindah ke Agama Islam, berlang Jumat (01/12-2017) di Kantor KUA Labuhanhaji.MEDIA REALITAS/ZULMAS

Aceh Selatan-Media Realitas: Novi Beis umur 19 tahun merupakan penduduk Desa Basmotik Kecamatan Kuan Fatu, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama ini ia memeluk agama kristen Protestan, namun sekarang dinobatkan ke Agama Islam.

Proses penobatan wanita itu, berlangsung Jumat (01/11-2017) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan berjalan lancar.

Terlihat seorang Wanita Khairunnisak yang baru di nobatkan dari Agam Kristen berpindah ke Agama Islam, berpoto bersam mulai dari Kepala Urusan Agama (KUA) sampai dengan saksi-saksi lainnya.MEDIA REALITAS/ZULMAS

Sebelum dinobatkan atau mengucap dua khalimah syahadat, dia terlebih dahulu diproses oleh Kepala KUA Labuhahaji, Tgk Said Pairus Satar, S.Ag juga ia pimpinan satu buah pesantren yaitu, Pesantren Darul Quran Desa Pawoh Labuhanhaji.

Selain itu disaksikan oleh Pimpinan Pesantren Bustanul Qura Desa Ujung Batu, Abuwa Zulhelmi Madjah, Keucik Desa Ujung Batu, Suparti, Kepala Dusun Atas Durian Banyak Ujung Batu, Eka Rahman dan Tgk Said Dedi, S.Hi.

Dalam proses tersebut, Kepala KUA terlebih dahulu menanyakan kepada Novi Beis Binti Oftavianus. Apa kamu masuk Islam ada paksaan? Wanita itu menjawab dengan jelas dan tegas, tidak ada paksaan, ini atas kemauan dan kesadaran saya sendiri.

Kepala KUA, lalu kamu dari agama Kristen ingin masuk agama Islam dari paktor apa? Saya selama ini sekitar lima tahun bekerja di Malaysia dan kawan-kawan saya kerja disana kebanyakan orang Islam.

Terangnya lagi, saya selama disana (Malaysia) berteman sama orang muslim dan melihat sehari-hari baik-baik dalam berteman, tatacara berbicara sangat sopan dan santun dan peramah.

Kemudian juga disegi pakaian sangat sopan, tutup kepala (hijab) dan termasuk Sholat. Maka disitu saya berniat ingin pindah agama, yang selama ini yang ia anut agama Kristen masuk Agama Islam.

Namun sebelum mengucapkan dua khalimah Syahadat, KUA Labuhanhaji, Tgk Pairus Satar, S.Ag, mempersilakan kepada Pimpinan Pesantren Bustanul Qura, Abuwa Zulhelmi Madjah untuk membuat nama wanita tersebut.

Sebab selama ini nama wanita itu yang masih memeluk agama Kristen Protestan, yaitu Novi binti Oftavianus dan setelah memeluk agama Islam, namanya berobah menjda “Khairunnisak binti Oftavianus” yang artinya “Wanita yang baik”.

Kelangsungan proses pencahadatan tersebut ikut dihadiri media ini, menurut pantauan pada saat penyahadatan, wanita itu mengikuti ucapan KUA, dan dijawabnya dengan baik/lancar tanpa terbata-bata.

Sehabis itu baru Abuwa Zulhelmi Madjah memberikan nasehat-nasehat tentang agama Islam dan tata tertip memakai pakaian sehari-hari.

Kemudian Abuwa Zulhelmi menekankan kepada Khairunnisak, jangan lupakan Sholat lima waktu sehari semalam, seperti Sholat Subuh, Zhuhur, Asar, Magreb dan Shalat Isya.

Namun sekarang setelah disyadati dua kalimah syahadat, yang namanya selama ini Novi binti Oftavianus dirobah nama Islamnya secara Resmi, yaitu “khairunnisak”. Dan diakhiri dengan doa.

Sekarang Kharunnisak, tingga di Desa Ujung Batu Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, yang kepala Desanya Supardi.(MR. Zulmas)

Subscribe

MEDIA REALITAS