137819 KALI DIBACA

RPJM 2017-2022, Aceh Singkil Fokus Pengembangan Potensi Tiga Zona

RPJM 2017-2022, Aceh Singkil Fokus Pengembangan Potensi Tiga Zona
Drs. Azmi Sekdakab Aceh Singkil mebacakan kata sambutan Bupati Dulmusrid dan pembukaan Musrembang RPJM Kab. Aceh Singkil tahun 2017-2022.(Media Realitas/Rostani)

Aceh Singkil I Media Realitas – melalui musyawarah rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Kab. Aceh Singkil tahun 2017, pemkab akan memprioritaskan program pembangunan potensi tiga zona sumber daya alam (SDA) daerah.

Selain fokus terhadap tiga zona tersebut, arah pembangunan Kab. Aceh Singkil juga akan diselaraskan kepada visi-misi arah pembangunan daerah dan visi-misi pembangunan Pemerintah Aceh, melalui program RPJM tahun 2017-2022.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Azmi serangkaian membuka kegiatan Musrenbang RPJM tahun 2017-2022 di Aula Kantor Bappeda, Jumat (15/12) memaparkan, untuk program rencana pembangunan jangka menengah RPJM telah disusun untuk prioritas pengembangan dan peningkatan beberapa sektor (zona) sumberdaya alam (SDA) Kab. Aceh Singkil.

Meliputi sektor perikanan dan pariwisata yang merupakan potensi unggulan Aceh Singkil. Mencakup di wilayah Kec. Singkil, Singkil Utara, Kuala Baru, Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat (PBB).

Kemudian sektor Perdagangan, yang akan menjadi fokus pengembangan di wilayah Kec. Gunung Meriah dan Simpang Kanan. Selanjutnya sektor Pertanian dan Perkebunan yang tersebar di wilayah Kec. Suro, Singkohor, Kuta Baharu dan Danau Paris.
Kata Azmi khusus sektor perikanan dan pariwisata di Aceh Singkil memiliki potensi dan peluang yang sama dengan daerah lain. Namun masih belum berdampak signifikan terhadap kemajuan Aceh Singkil, sebutnya.

Diharapkan melalui Musrenbang RPJM ini bisa menjadi peluang emas untuk pengembangan daerah yang terstruktur, sinergi dari berbagai lintas sektor agar memiliki dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, kata Azmi yang juga menyebutkan perlu peningkatan pencapaian terhadap pelayanan kesehatan yang masih belum merata.
Termasuk di bidang pendidikan yang masih perlu melakukan pemerataan guru di berbagai daerah, mutu dan kualitas pendidikannya.

Tujuh sasaran misi RPJMD ini yakni perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik. menciptakan pendidikan berkualitas yang islami dan berbasis kearifan lokal. Ciptakan pelayanan dasar merata cepat, tepat. Ciptakan ketahanan ekonomi berbasis ekonomi dan kemandirian, untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Ciptakan iklim investasi yg cepat dan memilki kepastian hukum, serta ciptakan penyelesaian yang responsif terhadap penyelesaian permasalahan sosial masyarakat.

Azmi juga mengingatkan, jangan sampai ada program yg tertinggal dan tidak masuk dalam Musrenbang, karena dapat menjadi pemicu permasalahan hukum kemudian hari.
Kepala Bappeda Kab. Aceh Singkil Junaidi dalam laporannya menyebutkan, target penyelesaian RPJM Kab. paling lambat 5 bulan terhitung Agustus 2017. Rancangan penyusunan RPJM sesuai permendagri no. 54 thn 2010.(R.tan).

Subscribe

MEDIA REALITAS