58419 KALI DIBACA

Preman Cilik Berlutut Cium Kaki Ibunya di Kantor Polisi

Preman Cilik Berlutut Cium Kaki Ibunya di Kantor Polisi

Semarang | Media Realitas- Seorang anggota geng preman cilik Camp Tanda Tanya (TT) 136 berinisial G (17) menciumi kaki ibunya saat sedang digelar di Mapolrestabes Semarang. Ia menangis meminta maaf karena takut dihukum setelah tertangkap polisi.

G merupakan anak buah dari DJN (17) alias Johan warga Banowati Selatan yang ditangkap bersama 12 orang lainnya. Mereka ditangkap karena menganiaya seorang pemuda menggunakan celurit dan membuat korban mengalami luka di dada dan telunjuk tangan kanannya putus.

Saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, wali mereka juga ikut melihat dan diberi imbauan oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji. G menjadi salah seorang yang ketakutan dan langsung bersimpuh saat ibunya menghampiri.

Sedangkan ketua geng yaitu Johan tampak berkespresi datar, padahal ia pelaku utama yang menyebabkan jari telunjuk korban putus. Ibunya menangis dan mengelus wajah sang anak yang masih mengerutkan dahi. Kapolrestabes pun memberikan pengertian agar mempercayakan Johan diproses hukum karena perbuatannya itu.

Johan kemudian dengan tegas mendeklarasikan kalau gengnya kini dibubarkan. Menurut keterangan, Camp Tanda Tanya tersebut merupakan geng preman cilik paling bringas di antara Camp-camp lainnya.

“Saya ketuanya, Geng TT (Tanda Tanya) dibubarkan. Kapok, Pak,” kata Johan, Jumat (29/12/2017).

Salah seorang orang tua anggota geng, Rumanto pun geram anaknya ternyata masuk dalam perkumpulan anak-anak nakal tersebut. Ia pun berjanji jika anaknya sudah kembali ke rumah maka semua fasilitas seperti handphone dan motor tidak akan diberikan.

“Tidak lagi saya beri motor dan handphone. Mungkin saya titipkan ke kakaknya saja,” tegas Rumanto.

Para remaja berusia 16 dan 17 tahun itu kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. (dtc/ibnu)

Subscribe

MEDIA REALITAS