147419 KALI DIBACA

Lecehkan Organisasi, Rapi Nagan Tempuh Jalur Hukum

Lecehkan Organisasi, Rapi Nagan Tempuh Jalur Hukum
Ketua Rapi Nagan Raya Hendrian Deni bersama anggota Rapi melakukan laporan terkait peclecehan dan ujaran kebencian yang dilakukan Said Junaidi, Kamis (30/11).(Mj )

Nagan Raya -Aceh I Media Realitas- Kasus Ujaran kebencian atau penghinaan dan komentar bernada provokatif terhadap organisasi Radio antar penduduk indonesia akhirnya ke jalur hukum, Kamis (30/11)

Hal ini dilakukan berdasarkan hasil rapat Pengurus RAPI Wilayah Nagan Raya yang dihadiri perwakilan anggota pada 29 November 2017 diputuskan bahwa kasus ujaran kebencian/penghinaan dan komentar provokatif terhadap organisasi RAPI oleh pemilik akun Instagram abuimam8287 pada 26 November 2017 dilanjutkan ke jalur hukum.

Keputusan itu diambil setelah Pengurus dan anggota RAPI Wilayah Nagan Raya menilai Saudara Said Junaidi pemilik akun Instagram abuimam8287 tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah meski sudah diberi waktu selama 2×24 jam terhitung sejak Senin 27 November 2017.

“Sebelum tenggat waktu itu berakhir RAPI Wilayah Nagan Raya sudah mengirimkan pernyataan sikap RAPI kepada Saudara Said Junaidi melalui aplikasi WhatsApp agar diketahui dan ditindaklanjut,”kata Hendrian Deni kepada sejumlah wartawan di Nagan Raya Jumat (1/12/2017)

Kita sudah mengingatkan sacara lisan melalui telepon agar Saudara Said Junaidi meminta maaf melalui media online Haba Nagan Raya dan menemui Pengurus RAPI Wilayah Nagan Raya untuk klarifikasi secara langsung.

Namun Said Junaidi sempat menulis permintaan maaf namun mengenai pertemuan dengan Pengurus RAPI Wilayah Nagan Raya dijanjikannya pada hari Senin 4 Desember 2017,”jelas Ketua Rapi Nagan Raya Deni

RAPI Wilayah Nagan Raya kembali menggelar rapat pengurus dengan melibatkan anggota dengan agenda utama menyampaikan tanggapan Saudara Said Junaidi termasuk janji pertemuan oleh Saudara Said Junaidi.

Dalam hasil Rapat tersebut pengurus RAPI Wilayah Nagan Raya memutuskan untuk tetap berpedoman pada pernyataan sikap yang dikeluarkan sebelumnya termasuk kewajiban Said Junaidi meminta maaf secara terbuka di hadapan Pengurus RAPI Wilayah Nagan Raya sekaligus menjelaskan motif komentarnya di media online Haba Nagan Raya.

Mengenai janji Said Junaidi untuk melakukan pertemuan dengan Pengurus dan anggota Rapi Nagan Raya pada hari Senin 4 Desember 2017 dinilai bukan bentuk itikad baik tetapi patut diduga sebagai bentuk arogansi yang tidak mau tahu dengan pernyataan sikap yang dikeluarkan Pengurus RAPI termasuk waktu yang diberikan selama 2×24 jam.

Untuk menjaga harkat dan martabat organisasi RAPI dan memenuhi rasa keadilan bagi seluruh anggotanya, maka Pengurus RAPI Aceh mendukung sepenuhnya keputusan Pengurus dan anggota RAPI Wilayah Nagan Raya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

Selama proses hukum berjalan, diharapkan kesiapan dan dukungan dari seluruh anggota RAPI Aceh pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, termasuk kesiapan untuk penggalangan dana guna membiayai berbagai kebutuhan proses hukum.

“Kita diharapkan kepada semua anggota RAPI dan simpatisannya, selama berjalannya proses hukum untuk tetap menahan diri dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa memunculkan persoalan baru,”kata Deni

Ketua RAPI Nagan Raya, Hendrian Deni bersama pengurus dan anggota Rapi lainnya langsung ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Nagan Raya, yang diterima oleh Kanit II SPK, Aipda Khairol Bahri, serta disaksikan sejumlah anggota organisasi tersebut.

Dalam hal laporan tersebut tertuang denganNomor: LP/80/XI/2017/Aceh/Res Nara tanggal 30 November 2017, terkait ujaran kebenjian yang disampaikan oleh SJ, melalui media sosial online via instagram atas nama akun Haba Nagan Raya.( mj)

Subscribe

MEDIA REALITAS