74219 KALI DIBACA

Jalan Negara Lintasan Labuhanhaji-Tapaktuan Berdebu dan Lumpur

Jalan Negara Lintasan Labuhanhaji-Tapaktuan Berdebu dan Lumpur
Terlihat dalam photo diatas, sedang mengharungi lumpur pada jalan negara di kawasan Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. TIM MEDIA REALITAS

Aceh Selatan-Media Realitas: Akibah ulah oknum-oknum pengusaha pengambil batu gajah di beberapa titik di Kabupaten Aceh Selatan, mengakibatkan badan jalan negara lintasan Labuhanhaji-Tapaktuan berdebu dan berlumpur.

Eksis dari itu, banyak pengguna jalan disepanjang hari kesulitan melintasi pada wilayah pengambilan batu gajah dipergunungan, sementara pihak dinas instansi berpangku tangan.

Ini merupakan yang terkena debu tersebut bukan saja bagi pengguna jalan, tapi perumahan masyarakat disekitar tambang batu gajah tersebut menjadi resah.

Menurut bebetapa orang masyarakat yang berdiam diri pada daerah lokasi pengambilan batu gajah tersebut mereka tidak kemana melakukan pengaduan hal masalah hampir setiap saatnya rumah mereka dimasuki debu.

“Kami ada mengadukan hal itu pada kepala gampong, namun katanya kepala gampung sudah menghadapi pengusaha batu tersebut, namun hingga sekarang tidah diindahkan,” ujarnya.

“Bila ini tidak diatasi dengan segera, kami selaku masyarakat yang berdomisili pada daerah pengambilan batu tersebut, kami dan anak-anak kami bisa terdapat penyakit batuk dan asma, akibat debu yang dibawa mobil damtruk angkut batu,” tambahnya.

Mereka mengakui, menurut informasi yang ia terima, pengusaha batu gajah itu ada mempunyai beking kuat, katanya dan mereka tidak mau disebut namanya dimedia ini, Jumat (08/12/2017) di Tapaktuan.

Yang terdapat beberapa titik pengambilan batu gajah di lereng pergunungan yang bertepatan di pinggiran jalan negara, yakni di Gampong Padang Bakau Kecamatan Labuhanhaji, Pergunungan Rot Tuengoh gunung Mancang Gampong Ladang Tuha, di pergunungan perbatasan Gampng Rot Tuengoh dengan Gampong Blang Kuala Kecamatan Meukek. Ini merupakan gampong Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH.

Bila saat musim panas, debu bertebangan kerumah warga, dan bila musim hujan, penguna jalan banyak yang terjerambab/jatuh keaspal, karena jalan berlumpur.

Terjadinya debu dan lumpur tersebut, tanah menyangkut di ban damtruk membawa batu, sementara pengusaha nggan melakukan penyiraman, ungkapnya.

Sebelumnya kepala Dinas Kapedalda Aceh Selatan, Mirjas dihubungi menayakan masalah keluhan masyarat, ia mengakui pihaknya sudah melakukan peneguran, namun pihak pengusaha hanya sebatas mengiyakan saja, tapi apa yang disampaikan itu tidak dilakukan, katanya.

Masyarakat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah Aceh Selatan, untuk dapat melanjuti keluhan masyarakat yang rumah, anak dan istrinya diserang debu berkepanjangan.

“Bila ini tidak ditanggapi oleh pemerintah setempat, kami akan mengambil sikap lain, nanti jangan salahkan kami,” tegasnya. Lagi-lagi keberatan disebutkan namanya di media ini.

Nasib yang sama juga dirasakan oleh warga Gampng Ladang Kasik Putih Kecamatan Samadua, bila musim hujan tanah menimbun saluran pembuang pada sisi kiri kanan badan jalan negara, bahkan menimbun dipekarangan perumah penduduk dan termasuk kantor pemerintah, seperti Kantor Polsek dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Samadua.

Dan bila musim panas, debu berterbangan kerumah penduduk.

“Ini lain halnya, dibeberapa titik lain dibeberapa kecamatan akibat pengambilan batu gajah, tapi di Kecamatan Samadua, di lokasi pembangunan gedung Kampus Fakultas Politeknik”.

Sementara media ini belum berhasil menghubungi pihak pengusaha galian C batu Gajah.(MR.ZUL)

Subscribe

MEDIA REALITAS