63019 KALI DIBACA

Dihantam Ombak Besar, Objek Wisata di Abdya Rusak Parah

Dihantam Ombak Besar, Objek Wisata di Abdya Rusak Parah

Blangpidie, Media Realitas- Ombak besar dengan ketinggian rata-rata mencapai 4 meter menghantam bibir pantai objek wisata di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya. Akibat hantaman ombak tersebut, lokasi yang sering dikunjungi warga itu terlihat amburadul. Dimana bekas hantaman ombak seperti pohon cemara masih terlihat di bibir pantai.

Maman warga setempat kepada wartawan Rabu (13/12) mengatakan, pasca dihantam ombak besar dengan ketinggian antara 3,4-4 meter pekan lalu, banyak pohon cemara yang bertumbangan dan sampah berserakan, saat ini belum terlihat adanya tanda-tanda dilakukan penanggulangan oleh instansi terkait.

“Pasca hantaman ombak melanda kawasan ini, belum ada penanganan untuk melakukan pembersihan dilokasi pantai ini,” katanya.

Pihaknya merasa khawatir jika dampak abrasi tersebut tidak segera ditangani, karena ombak kerap berubah-ubah menurut musim angin laut. Sementara itu, titik abrasi tidak jauh lagi dengan badan jalan yang digunakan warga sebagai akses menuju pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Ujung Serangga serta ke sejumlah lokasi objek wisata pantai lainnya.

Tanggul pemecah ombak yang telah dibangun pada lokasi pantai dimaksud belum juga memberikan perubahan untuk mengatasi kuatnya hantaman ombak. Dimana, tambah Maman, bibir pantai yang berada dalam kawasan tanggul akan aman dari amukan ombak, sementara kawasan lain yang tidak terjangkau tanggul pemecah ombak terlihat rusak parah.

Pondok-pondok yang sengaja dibangun oleh pemilik warung untuk menambah daya tarik pengunjung banyak yang rusak. Bahkan, keindahan pantai semakin berkurang, lantaran sampah banyak berserakan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin mengatakan, abrasi yang terjadi di kawasan pantai wilayah Kecamatan Susoh telah menimbulkan sejumlah kerusakan dan akan segera dilakukan penanggulangan secara darurat.

Hasil peninjauan langsung, kata Amir, terdapat sekitar 200 meter kawasan pesisir yang tergolong parah terkena abrasi.

Pihaknya akan melakukan penanggulangan secara darurat dalam pekan ini juga, yakni berupa pembuatan tanggul dari susunan karung berisi pasir serta diperkuat dengan pemancangan kayu penyanggah.

“Lokasi yang telah memiliki tanggul aman dari amukan ombak besar, sedangkan kawasan lain banyak yang rusak akibat hantaman ombak. Jadi, tanggul pemecah ombak harus ditambah, agar kawasan lain akan aman,” terangnya sambil mengatakan akan membuat usulan untuk dilakukan pembangunan tanggul pemecah ombak di kawasan lain.(R-Zal)

Subscribe

MEDIA REALITAS