95019 KALI DIBACA

Berminggu Air Macet,Pelanggan PDAM Tirta Deli Pening

Berminggu Air Macet,Pelanggan PDAM Tirta Deli Pening
Warga Perumahan BSP Lubukpakam, Indra Silaban menunjukkan keran air di rumahnya yang sudah lama tidak dialiri air PDAM Tirta Deli.

LUBUK PAKAM, SUMUT | Media Realitas – Sudah hampir 3 minggu, pelanggan PDAM Tirta Deli di perumahan Bumi Serdang Permai (BSP) Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, pusing tujuh keliling. Mereka masih mengeluhkan kondisi air yang masih belum berjalan normal.
Salah satu warga di sana, Indra Silaban menyebut kalau kondisi ini sudah berjalan selama dua minggu lebih.

“Pening kali kami, pas Natal seperti ini air tak juga mengalir. Udah mau dua minggu gak jalan air. Malam kadang jalan airnya tapi kecil kali,”keluh Indra Silaban.
Ayah satu anak ini merupakan satu diantara pelanggan PDAM Tirta Deli yang sebelumnya merupakan pelanggan PDAM Tirtanadi dan sudah dialihkan. Sekretaris GM FKPPI Lubukpakam itu berharap agar pelayanan yang diberikan Tirta Deli bisa lebih baik lagi.

“Kemarin itu sempat datang mobil tangki ke sini bawa air bersih. Tapi sekali aja dan udah gak ada datang lagi sekarang. Kami ya manfaatkan sumur lah sekarang ini untuk kebutuhan. Walaupun airnya kuning ya tetap ajalah dipakai mau cemana lagi,”kata Indra.

Direktur PDAM Tirta Deli, Batara Imbrahdjaya Nasution yang dikonfirmasi sebelumnya mengakui kalau saat ini dikawasan perumahan BSP Lubukpakam masih terjadi gangguan air.

Disebutkannya, hal itu dampak dari pecahnya pipa transmisi yang ada di dekat sekitaran Sungai Ular pada awal Desember lalu.
Meski di daerah lain keadaan sudah sebagian berlangsung normal karena perbaikan pipa yang pecah sudah selesai namun ia menyebut masih ada beberapa pelanggan yang menerima dampaknya.

“Yang di perumahan BSP igak semua yang mati airnya. Yang di bagian belakang saja itu yang mati. Ini bisa terjadi karena perumahan yang ada di bagian depan memakai mesin sedot pumpa, inikan sebenarnya gak boleh,”kata Batara.

Ia menyebut pelanggan yang ada di perumahan BSP sudah sering mendapat masalah air ketika masih dikelola oleh Tirtanadi.
“Dulunya di sekitaran perumahan ada sumur bor untuk memasok air, namun saat ini sudah tidak bisa digunakan lagi karena sudah lama rusak. Pasokan air juga datang dari Sungai Ular. Yang jelas kalau pipa transmisi itu pecah bisa memakan waktu sampai 10 hari. Air ini gak sama dengan listrik begitu disambung kabelnya langsung hidup listriknya. Kalau air pipanya itu ada anginnya. Jadi pipa itu kemasukan angin, yang jelas beda sama listrik.” kata Batara.(hendra)

Subscribe

MEDIA REALITAS