56019 KALI DIBACA

Abrasi Kerap Mengancam Pesisir Abdya

Abrasi Kerap Mengancam Pesisir Abdya
Grafis Abrasi Pantai di Abdya //foto INTERNET

Blangpidie|Media Realitas –Kawasan pesisir Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kerap terjadinya abrasi yang disebabkan oleh pergantian musim angin laut dalam setiap tahunnya.

Catatan wartawan, hampir setiap tahun gelombang pasang dengan ketinggian bervariasi kerap menghantam bibir pantai yang mengakibatkan banyak kerusakan, mulai dari pohon cemara yang bertumbangan, merusak pondok dan warung serta merusak rumah warga. Bahkan deburan ombak sempat menghantam badan jalan.

Nasir warga Kecamatan Susoh, Rabu (20/12/2017) mengatakan, persoalan abrasi yang melanda pesisir Abdya seperti di kawasan Pantai Jilbab, Pantai Bali Kecamatan Susoh serta disejumlah kawasan lain hingga saat ini belum mampu diatasi sepenuhnya oleh Pemkab Abdya.

Hal itu dibuktikan dengan dampak buruk abrasi yang masih membekas. Beberapa pekan lalu, pesisir Abdya kembali dihantam ombak besar yang membuat kawasan tersebut memperihatinkan. Lokasi terparah akibat terjangan ombak besar itu yakni di kawasan Pantai Jilbab.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi pantai Abdya yang kian hari semakin tak elok dipandang. Sementara, banyak kawasan pesisir Abdya telah dikenal sebagai objek wisata yang kerap dikunjungi warga luar daerah.

“Sayangnya hingga saat ini upaya dari Pemkab Abdya untuk meminimalisir dampak buruk akibat gelombang pasang berupa abrasi belum optimal,” paparnya yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan dikawasan setempat.

Warga lainnya, Munajat juga mengutarakan hal serupa. Meski kerusakan terparah hanya di satu titik yakni Pantai Jilbab, setidaknya kondisi itu menjadi sebuah tolak ukur. Dimana, ancaman gelombang pasang ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

“Artinya abrasi yang disebabkan oleh gelombang pasang akan terus menghantui warga yang bermukim di kawasan pesisir Abdya. Sejauh ini telah banyak kerusakan yang ditimbulkan begitu juga dengan kerugiaannya,” katanya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk dapat membangun tanggul pemecah ombak dengan volume yang lebih panjang serta mampu mengamankan pemukiman warga dari ancaman abrasi. Sementara, tanggul yang baru dibangun belum mampu menahan deburan ombak besar secara menyeluruh, lantaran volumenya terbilang pendek.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin yang dihubungi wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, terkait abrasi yang terjadi di kawasan Pantai Jilbab dan telah menimbulkan sejumlah kerusakan akan dilakukan penanggulangan secara darurat. Hasil peninjauan langsung pihaknya ke lapangan, terdapat sekitar 200 meter kawasan pesisir yang tergolong parah terkena abrasi.

Akan hal itu, pihaknya akan melakukan penanggulangan secara darurat dalam pekan ini juga. Penanggulangan secara darurat itu berupa pembuatan tanggul dari susunan karung berisi pasir serta diperkuat dengan pemancangan kayu penyanggah.

Namun sayangnya, upaya penanggulangan secara darurat tersebut belum juga terlaksana. Di lain sisi, masyarakat setempat sangat mengharapkan adanya penanggulangan darurat dimaksud, dengan harapan kawasan tersebut aman dari ancaman abrasi untuk sementara waktu. (R-Zal)

Subscribe

MEDIA REALITAS