82819 KALI DIBACA

Bupati Aceh Timur Buka Bursa Inovasi Desa

Bupati Aceh Timur Buka Bursa Inovasi Desa
Tampak seluruh kepala desa dalam wilayah kabupaten aceh timur sedang mengikuti kegiatan pembukaan bursa inovasi desa pada program inovasi desa Se-Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

IDI – Aceh Timur I Media Realitas – Untuk membangun gampong, daerah, maupun negeri ini dibutuhkan kesepakatan, kebersamaan, persatuan, dan keterpaduan antar pemangku kepentingan, baik itu warga masyarakat, pemerintah, ulama, kaum intelektual, dunia usaha, lsm, maupun pers.

Demikian disampaikan oleh Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M Thaib dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan bursa inovasi desa pada program inovasi desa Se-Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

Kegiatan bursa inovasi desa pada program inovasi desa Se-Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017, dipusatkan di Gedung Idi Sport Center (ISC), Kamis (28/12/17).

Lebih lanjut Bupati Aceh Timur menyebutkan, Kami sangat tertarik dengan Tema kegiatan ini, yaitu, “sapue pakat, peumakmue nanggroe”,” katanya.

Artinya, begitu pentingnya kesepakatan atau kebersamaan tersebut sampai indatu kita membuat pepatah, meunye na pakat,  lampoh jeurat ta peugala yang secara harfiah berarti kalau kita sepakat tanah kuburan pun bisa kita gadaikan, sesuatu yang tidak mungkin atau tidak lazim bisa kita lakukan kalau memang ada kesepakatan dan kebersamaan,” terang H. Hasballah.

Dikatakan, dalam undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa semangat yang kita tangkap adalah “desa membangun”, bukan “membangun desa”. Artinya, gampong sebagai kesatuan antara masyarakat dan pemerintahannya menjadi sobyek pembangunan, bukan menjadi subjek dari orang luar yang memerankan diri sebagai subjek pembangunan gampong dengan istilah fasilitator, pendamping, atau apapun namanya,” ujar H. Hasballah.

Menurutnya, Bursa inovasi desa  ini sangat tepat dilaksanakan dengan maksud untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dan pemerintahan gampong dengan penyedia jasa layanan teknis untuk mencari solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternative kegiatan pembangunan gampong dalam rangka penggunaan APBG yang lebih efektif, efisien, kreatif, dan inovatif,” terang H. Hasballah.

Saat ini penggunaan APBG masih lebih banyak untuk infrastruktur seperti rehat plat beton, parit, pengerasan jalan,  mck umum, atau infrastruktur lainnya yang kadangkala sering tidak termanfaatkan dengan baik dan justru menjadi masalah baru,” tegas H. Hasballah.

Bupati mencontohkan, misalnya parit justru jadi tempat buang sampah atau tempat genangan air, bukan saluran air. Mck umum terbengkalai dan kotor, bahkan beralih fungsi menjadi kandang kambing, dan lain sebagainya,” demikian tegasnya.

Demikian juga program pemberdayaan ekonomi masih dominan simpan pinjam yang ironisnya lagi banyak yang macet sehingga secara umum programnya gagal karena masyarakat maunya meminjam saja, tetapi tidak mau menyimpan.

Untuk itu diperlukan reformulasi program dengan mengacu pada potensi yang ada dan diselaraskan dengan desain pembangunan daerah maupun nasional. Misalnya daerah pesisir dikembangkan sebagai sentra megapolitan tangkap maupun budidaya. Wilayah tengah untuk pengembangan tanaman pangan dan peternakan. Wilayah atas untuk pengembangan tanaman perkebunan. Kita juga punya potensi wisata alam pesisir maupun pegunungan yang belum kita optimalkan sebagai daya ungkit dan daya angkat perekonomian local,” demikian pungkas H. Hasballah.


Turut hadir pada kegiatan tersebut diantaranya, seluruh kepala Desa dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, tuha peut, Asisten sekdakab Aceh Timur, Kadis BPMG Ir. Elfiandi, unsur forkopimda Aceh Timur dan para tamu undangan.(hasbi abubakar)

Subscribe

MEDIA REALITAS