107419 KALI DIBACA

Luar Biasa Kejadian:Salah Satu Puskesmas di Aceh Selatan Gunakan Air Parit

Luar Biasa Kejadian:Salah Satu Puskesmas di Aceh Selatan Gunakan Air Parit
Salah seoarang petugas puskesmas menunjukkan Pipa yang menghisap air dari saluran irigasi untuk kebutuhan air di Puskesmas Plus Kota Fajar Kec. Kluet Utara.MEDIA REALITAS/ZULMAS
example banner

Aceh Selatan | Media Realitas – Yang selama ini Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, mengatakan keberadaan setiap Puskesmas yang ada di Aceh Selatan fasilitasnya sudah memadai termasuk air bersih, namun kenyataan bertolak belakang dengan apa yang diutarakan.

Sangat mengecewakan bagi pasien terdapat di Pusat Kesehatan Masyarakat Plus Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara kabupaten Aceh Selatan menggunakan air yang ditarik dari parit/saluran irigasi. Padahal air saluran irigasi tersebut juga menjadi sarana cuci mencuci dan BAB masyarakat setempat.

Bila ini digunakan oleh keluarga pasien, bukannya sisakit menjadi sembuh tapi malah akan menjadi bertambah penyakitnya yang didapati jalur parit.
Sebab Air dari saluran irigasi yang melintas disekitar puskesmas tersebut menjadi sasaran pemenuhan kebutuhan air di fasilitas sarana kesehatan masyarakat yang ditarik melalui pipa berdiameter 1 inci sejauh 100 meter ke bak penampungan, kemudian didistribusikan ke kamar mandi dan wadah pencucian lainnya.

“Kami terpaksa lakukan ini untuk kebutuhan air, soalnya air sumur bor maupun sumur galian tidak ada yang bersih. Air saringan meskipun tidak disaring sudah terlihat jernih, hanya saja dikala hujan air jadi keruh,” kata Musliadi perawat dari Nusantara Sehat (NS) Kementrian Kesehatan RI, yang bertugas di Puskesmas tersebut kepada awak media, Kamis (16/11-2017) lalu.

Musliadi Perawat Nusantara Sehat

Dia mengakui bahwa air yang digunakan tersebut tidak steril, meskipun mencuci alat-alat kesehatan yang kini sudah terlihat karat walau disimpan di ruang steril.
Menurutnya sumur bor yang dibuat belum ada satupun yang berhasil termasuk dari dana aspirasi dewan. Bahkan kata dia, kemarin itu ada juga yang mau dipasang sumur bor tapi tidak jadi. “ kami tidak juga mampu membeli air bersih melalui mobil tangki karena anggaran untuk itu tidak ada,” tambahnya.

Dia berharap Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait dapat segera mengupayakan air bersih untuk kebutuhan pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut.
Salah seorang keluarga pasien, Haji Acmad Said, dihubungi terpisah mengakui ketidak sempurnaan kwalitas air yang digunakan di ruang rawat inap puskesmas itu. Pasalnya air terlihat agak kekuning-kuningan namun ketika berudhuk, air berbau dan menimbulkan gatal. “jadi kami berharap kwalitas air disini dapat ditingkatkan, sehingga kami yang menjaga pasien tidak ikut sakit karena kwalitas air yang tidak baik,” ujar laki-laki berusia 60 tahun itu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan melalui Kasi Sanitasi mengaku pihaknya telah memprogramkan pembuatan sumur bor di Puskesmas Plus Kota fajar, Kluet Utara pada tahun anggaran 2018.” Juga puskesmas lainnya yang belum ada sumur bor,” katanya kepada wartawan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Mardaleta, SE, M. Kes dihubungi MediaRealitas, Senin (20/11-2017) melalui saluran selulernya, ia mengatakan sedang ada rapat dan tidak mengatakan ia rapat dimana.

Namun sekitar pukul 14.30 WIB dilakukan pesanan pendek (SMS) melalui HP nya dengan nomor (081370795019) menanyakan seputar keluhan warga pasien di Puskesmas Plus Kota Fajar Kecamatan Kluet Utara.(Asslmkm Pak Kadis, saya mau Tanya apa bnr puskesmas kota fajar gunakan air parit?). Tapi hingga Selasa (21/11-2017) tidak ada jawaban maupun balasan pesan singkat yang ada di kantongnya.

Dalam hal tersebut, apakah dia sengaja ngak mau dikonfirmasi oleh awak media untuk keseimbangan pemberitaan, atau bagaimana. Tapi yang jelas hingga turunnya berita ini belum ada tanggapan.(MR-ZUL)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS