145719 KALI DIBACA

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan kantor BPN Aceh Timur : Segera di Limpahkan Ke Pengddilan Tipikor dan Lengkap P21.

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan kantor BPN Aceh Timur : Segera di Limpahkan Ke Pengddilan Tipikor dan Lengkap P21.
example banner

Idi Aceh Timur I Media Realitas-Kasus Dugaan Korupsi pembangunan Gadung Kantor BPN Aceh Timur segera di dilimpahkan ke pengadilan Tipikor ke Banda Aceh semua sudah terpenuhi dan sudah lengkap P21.

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Idi Aceh Timur Muhammad Ali SH MH, melalui Kasi Intel / jaksa Khairul Hisam SH MH menyebutkan kepada media ini Jumat ( 3/11/2017 ) penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung BPN aceh timur sudah selesai dan sudah lengkap p21 segera disidangkan di PN Tipikor Banda Aceh.

Dalam waktu dekat ini akan segera dilakukan penyerahan tersangka diantaranya, SR selaku KPA, TR selaku PPK,ML selaku Rekanan kontraktor,NZ selaku Konsultan, dan sejumlah dokumen penyitaan dengan barang bukti dan uang yang sudah disita berjumlah 581.461.000.00, dan dititipkan di Rekening bank BRI penitipan sebagai barang bukti dari penyidik ke penuntut umum ( tahap II ) untuk dilakukan penuntutan terhadap para tersangka pelaku.

Lebih lanjut Khairul Hidam menambahkan bahwa pelaku melanggar Undang undang Tipikor Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 pasal 2 ayat 1 atau pasal 3.

Tersangka dan barang bukti segera kita serahkan ke PN tilikor banda aceh, selama ini ke 4 tersangka tidak di tahan ujar nya.

Sebelumnya Ketua yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( Yara ) meminta kejaksaan Idi Aceh Timur segera limpahkan kasus korupsi pembangunan Gedung Badan Pertahanan Nasional ( BPN ) Aceh Timur ke pengadilan Tipikor.

Kalau sudah ditetapkan kita minta segera pihak kejaksaan limpahkan kepengadilan apalagi pihak Kejari idi Acah timur sudah menetapkan tersangka dan sudah menyita barang bukti kerugian negara mencapai Rp 580 juta rupiah, ujar safaruddin SH kepada wartawan Senin (11/9) di banda aceh usai membuka pendidikan profesi advokat, Ikadin aceh.

Kasus ini kita minta Kajari idi aceh Timur jangan main main soalnya tersangka sudah di umumkan dan kerugian negara juga sudah kelas Sekarang kita minta segera limpahkan kaus ini kepengadilan dan pihak pengadilan juga kita Desak agar segera tahan ke 4 tersangka’ ujar safaruddin yang juga ketua ikatan advokat Indonesia (Ikadin) Aceh.

Walaupun pihak terangka sudah sudah mengambilkan uang nya tapi unsur kejahatan mereka tetap melanggar hukum, dan pengadilan kita sejak segera di tahan nanti menjelang tersangka di sidangkan.

Kita ketahui setelah ditetapkan 4 tersangka oleh Kejari idi aceh timur belum di tahan kemungkinan ada bebepa unsur di antar, tidak melarikan diri, tidak menghilang kan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan yang, kooperatif.

Kita terus pantau kasus ini agar sergera disidangkan dan kita mintak kejari idi jangan main main dalam kasus korupsi pembangunan gedung BPN Aceh Timur, ujar safaruddin.

Ditempat terpisah sebelumya Kajari idi aceh Timur Ali Akbar, SH MH ,Jelang HUT Adiyaksa ke 57 tahun 2017, Kejaksaan Negri Idi Aceh Timur, menetapkan empat tersangka terkait kasus tidak pidana khusus pembangunan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur. “Setelah kita lakukan penyidikan sejak 28 April 2017, perkara Pidana Khusus Pembangunan Kantor BPN Aceh Timur telah kita tetapkan empat tersangka,” beber Kepala Kejaksaan Negeri Idi, Ali Akbar, SH.MH dalam konfrensi pers di kantornya, Jumat (21/7) sore.

Ada pun empat orang tersangka yang telah ditetapkan itu adalah, SR (Kepala Kantor BPN), TR (Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan), ML (Kuasa Direktur CV. Delpa &Co selaku pelaksana dan NR (konsultan pengawas). ”Dalam kasus korupsi pidana khusus tersebut, estimasi kerugian Negara mencapai Rp 600 juta,” papar Ali Akbar.( Hasbi Abubakar )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS