107919 KALI DIBACA

Kasus di Gadainya Tanah Mesjid Berbuntut Panjang: Masyarakat Matang Seulimeng Pemko Langsa Bentuk FPM.

Kasus di Gadainya Tanah Mesjid Berbuntut Panjang: Masyarakat Matang Seulimeng Pemko Langsa Bentuk FPM.
example banner

Langsa Aceh I Media Realitas – Kasus di Gadainya Tanah Mesjid berbuntut Panjang sehingga masyarakat Gampong Matamg Seulimeng bentuk FPM.
Akibat mencuat nya persoalan yang memalukan dan dianggap telah mencemarkan nama baik masyarakat Matang Seulimeng dan agama islam karena ulahbsejumlah oknum yang telah menggadaikan surat lahan mesjid untuk biaya Pilkada dikota Langsa, sejumlah Tokoh masyarakat dan pemuda gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat Pemko Langsa Senin malam (30/10/17) menggelar rapat pembentukan Forum Peduli Matang Seulimeng, kegiatan ini dilaksanakan di Caffe Sareng Kupi gampong Matang Seulimeng Kota Langsa.

Rencana gelar rapat yang akan dilaksanakan di Mushola lorong KB, awal nya ternyata mendapat hambatan, ada oknum yang ingin menggagalkan rencana gelar rapat pembentukan Forum Masyarakat Peduli Matang Seulimeng tersebut yang akan mencari kebenaran informasi yang mencuat dan telah mencoreng masyarakat Matang Seulimeng serta umat islam tersebut.

Akhir nya gelar rapat pembentukan FPM itu dilaksanakan di cafe Sareng Kupi Kota Langsa yang dipimpin oleh Bukhari dan selaku pembawa acara serta moderator, pada aaa gelar rapat dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat diantaranya, Tgk Imum, matan Ketua Tuha Peat serta para pemuda turut hadir, sejumlah tokoh tokoh Gampong matang Seulimeng.

Dalam acara tersebut Bukhari,selaku moderator memaparkan, terkait kasus penggadaian surat mesjid yang dilakukan oknum Tim pemenangan Umara inisial NK, dan WK yang melibat kan geuchik setempat kepada salah seorang warga keturunan tionghoa di Medan,kata Bukhati, ” hal ini sangat memalukan kita semua dan sekaligus telah menjatuhkan marwah dan nama baik gampong Matang Seulimeng pemko Langsa dimata masyarakat juga Umat islam sedunia sehingga sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda yang ada digampong Matang Seulimeng membentuk FPM untuk mencari kebenaran terkait kasus penggadaian surat mesjid yang belum pernah terjadi didaerah lain dan bahkan diseluruh dunia sekali pun, kejadian tersebut sudah mencoreng muka warga gampong Matang Seulimeng khususnya dan Islam pada umumnya sehingga perlu disikapi dengan serius,”ungkap Bukhari.

Selanjut nya dengan terbentuk tim FPM ini Khaled mantan ketua Tuha Peat gampong Matang Seulimeng,” meminta agar penyelesaian kasus ini ditangani dengan serius oleh Tim Forum Peduli Matang Seulimeng, (FPM), sehingga perlu segera dilakukan pememilihan ketua, Seketaris, dan Bendahara, ujar nya.

“Sebagai warga kita harus berpartisipasi untuk kelancaran proses pencarian kebenaran, sehingga nantinya bisa mengambil suatu keputusan untuk penyelesaian kasus yang memalukan dan mencoreng serta melukai hati masyarakat Matang Seulimeng serta umat islam tersebut,” jelas nya.

Sementara dari hasil rapat yang dilaksanakan di Sareng Kupi pada malam itu masyarakat telah berhasil membentuk sebuah tim Forum Peduli Matang Seulimeng yang diketuai oleh Bukhari, sedangkan TM sebagai seketaris, serta Heeiadi sebagai Bendahara di Forum Perduli Matang Seulimeng, dalam acara gelar rapat tersebut juga di hadiri oleh sejumlah wartwan dan LSM. (WR )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS