115619 KALI DIBACA

Forum Keuchik Indra Makmu menyesalkan Statement Salah Seorang Yang Di Muat di Media Online

Forum Keuchik Indra Makmu menyesalkan Statement Salah Seorang Yang Di Muat di Media Online
example banner

Aceh Timur | Media Realitas –Ketua Forum Keuchik Indra Makmu, Murthada, menolak statement salah satu warga Nurussalam yang dimuat di salah satu media Onlen tentang    pemblokiran jalan ROW oleh masyarakat terkait penerimaan tenaga kerja di CPP Blok A Medco hanya masyarakat julok dan Indra Makmu ujar nya kepada Media ini Selasa ( 1/11/2017).

Lebih lanjut Ketua Forum Keuchik yang sering di sapa keuchik tala,  mengatakan ratusan pekerja di lokasi Blok A dari dari luar Kecamatan Indra Makmu dan julok bahkan luar Kabupaten Aceh Timur dan dan luar Propinsi Aceh walaupun untuk pekerjaan sebagai buruh kasar (helper).

Ini sengaja saya ungkapkan agar tidak terjadi salah persepsi antar sesama masyarakat lingkar tambang yang nantinya bisa menimbulkan konflik horizontal dan berakibat pada perpecahan, ujar murthada.

Jika memang ada yang tidak percaya silahkan cek langsung ke lokasi Blok A dari mana saja pekerjanya dan siala yang menyuplai tenaga kerja tersebut.

Kami  juga menyesalkan sikap perusahaan karena selama penerimaan tenaga kerja tidak lagi berkordinasi dengan forum geuchik padahal Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor: SK 244/MENLHK/PLA4/3/2017 menyebutkan penerimaan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan perusahaan berkordinasi dengan Forum Multi Pihak (Forkopimda/forum Keuchik).

Walaupun selama ini syarat untk melamar kerja bagi warga lingkar tambang harus melampirkan surat rekomendasi dari keuchik masing mading Desa, itu hanya surat keterangan domisili dan dukungan secara normatif dari desa (kewajiban afministratif) dan bukan surat pengantar untuk bekerja, dan ini kami keluarkan kepada siapa saja warga yg mencari kerja baik di CPP maupun ditempat lain nya.

Masalah ini penting utk dipahami oleh masyarakat agar keuchik tidak dijadikan “kambing hitam” dalam recrutmen tenaga kerja di proyek blok A PT. Medco apalagi dalam waktu dekat akan ada pemutusan atau pelepasan naker yang berpotensi akan terjadi keributan antara naker dan perusahaan.

Belum lagi permaslahan warga yang lahannya longsor dan tergenang akibat pembukaan ROW yang sampai sekarang belum ada penyelesaiannya dari PT. Medco padahal selaku forum keuchik sudah kita sampaikan.

Jangan salah kami saat terjadinya keributan, kami bersikap pasif karena kami sudah mengingatkan setiap permaslahan yang ada, dan kami sangat berharap kehadiran Medco di Aceh Timur bisa membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat lingkar tambang, ujar murthada menutup keterangan nya. ( H a Muthallib )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS