73419 KALI DIBACA

Doli Kurnia Anggap Kecelakaan Setya Novanto Janggal

Doli Kurnia Anggap Kecelakaan Setya Novanto Janggal
example banner

Jakarta | Media Realitas– Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyoroti peristiwa kecelakaan yang menimpa Setya Novanto. Kecelakaan Novanto dinilai janggal.

“Banyak sekali kejanggalan yang kita bisa saksikan dengan peristiwa kecelakaan SN tadi malam itu,” ujar Doli kepada wartawan, Jumat (17/11/2017).

Ada beberapa kejanggalan yang disampaikan Doli. Menurutnya, kecelakaan yang menimpa Novanto termasuk ringan sehingga tak mungkin Ketum Golkar itu luka parah.

“Alasan terjadinya kecelakaan itu karena SN buru-buru mau ke KPK, padahal sehari sebelumnya SN menghilang karena menghindar jemput paksa. Bila dilihat dari kerusakan mobilnya, itu masuk kategori kecelakaan ringan dan seperti dengan sengaja ditabrakkan. Jadi tidak ada yang bisa terluka parah dengan kecelakaan ‘aneh’ itu,” terang Doli.

Doli menduga Novanto akan terus menghindar dari pemeriksaan KPK dengan berbagai alasan. Kecelakaan Novanto dianggapnya sebagai rekayasa.

“Sulit untuk tidak bisa kita disimpulkan bahwa semua itu adalah rekayasa untuk SN kembali menghambat proses hukum yang sedang berjalan. Bila dilihat dari track record-nya, saya menduga skenario berikutnya setelah kecelakaan ini adalah SN akan menyatakan dirinya gegar otak, amnesia, lupa ingatan, dan berharap kasusnya tidak dapat diteruskan,” urainya.

Terkait kecelakaan ini, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, menyebut mobil yang ditumpangi kliennya rusak parah. Novanto disebutnya mengalami luka di bagian kepala.

“Benjol besar kepalanya, tangannya berdarah semua,” ujar Fredrich di RS Permata Hijau, Jakarta, Kamis (16/11).

Fredrich mengatakan Novanto mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju stasiun televisi dan pertemuan dengan DPD I Golkar sebelum ke KPK. Saat kecelakaan, Fredrich langsung menuju RS untuk menemui kliennya.

“Saya ditelepon segera ketemu ke Metro TV, tapi di perjalanan kecelakaan, mobil itu hancur,” kata Fredrich.
Hilman Jadi Tersangka Kecelakaan Setya Novanto

Hilman Mattauch, wartawan yang juga mengemudikan mobil Toyota Fortuner B-1732-ZLO dan membawa Setya Novanto, dijadikan tersangka dalam kecelakaan lalu lintas. Hilman ditilang karena kelalaiannya dalam berkendara sehingga mengakibatkan kecelakaan.

“Makanya kita kenakan UU Lalu Lintas, lex specialis, Pasal 283 jo Pasal 310,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Argo mengatakan Hilman tidak ditahan dalam kasus kecelakaan ini karena ancaman hukumannya hanya 3 bulan. Namun Argo menegaskan Hilman statusnya tersangka dalam kasus kecelakaan itu.

“Namanya ditilang tersangka bukan? Iya toh (tersangka). Nggak ditahan,” imbuhnya.

Pasal 283 UU No 22 Tahun 2009 berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 berbunyi:

Ayat (1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Hilman dijerat dengan Pasal 283 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan lantaran diketahui mengemudi sambil berkomunikasi via telepon. Hilman saat itu hendak menyerahkan telepon genggamnya kepada Setnov untuk wawancara live by phone.

“Jadi dengan adanya kegiatan itu, maka pengemudinya, karena mengemudikan sambil pegang handphone tidak stabil, sehingga menyebabkan dia keluar jalur ke kanan, serempet pohon dan tabrak tiang listrik,” paparnya.

Sebelumnya, Hilman menjemput Setnov dari kantornya di gedung DPR. Saat itu, Hilman membawa Setnov untuk wawancara di kantor Metro TV. Tapi, sebelum sampai lokasi, mobil yang dikendarai Hilman kecelakaan di Jl Permata Berlian, Jakarta, Kamis (16/11) malam. (dtc/red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS