133719 KALI DIBACA

Dilema Polimik Di Dusut Bivak Kini Reda Di Tangan Pihak Polres Bireuen

Dilema Polimik Di Dusut Bivak Kini Reda Di Tangan Pihak Polres Bireuen
example banner
Bireuen | Media Realitas – Terkait permasalahan yang terjadi antara kedua belah pihak polimik yang menyebabkan ricuh di dusun Bivak Kini berakhir di tangan pihak kepolisian satuan Polres Bireuen.
Selasa malam pada pukul 21:00 wib terjadinya pemblokiran jalan Yang di letak Balai dengan ukuran 4×7 tepatnya di Badan jalan yang membuat semua aktifitas masyarakat terhenti.
Dalam kejadian tersebut tidak ada satu anggota Polsek juli yang terlihat di sekitar TKP. Namun tak belangsung lama salah satu anggota polres Bireuen hanya datang seorang diri dan terpaku melihat balai tempat biasanya petani beristirahat kini sudah pindah ke tengah jalan.
Brigadir Adi Prayudi, Bahabinkamtibmas Anggota Polres Bireuen yang di temui di lokasi itu mengaku heran dengan terletaknya balai di tengah jalan. Dan menemui salah satu seperangkat desa untuk dapat menanyai penyebab ricuh di desa tersebut.
Namun berkat laporan Bapak polisi yang saat itu berada di lokasi TKP pada malam kejadian itu semua persoalan berahir dan dapat di selesai dengan cara kekeluargaan.
Pada hari Selasa tgl 07 November 2017 sekitar Pukul 10.00 Wib s.d 14.00 Wib bertempat di Lokasi Sengketa Permasalahan Sengketa di Dusun Bivak Desa Krueng Simpo Kec. Juli Kab.Bireuen yang dilaksanakan Giat Mediasi dan monitoring oleh Pihak Polres Bireuen, dengan warga Bivak terkait masalah aksi protes ricuh itu di dusun Bivak terhadap pengelola Galian C yang berada di Dusun Bivak.
 Kronologis permasalahan bermula beberapa hari yang lalu masyarakat setempat meletakkan sebuah batu berukuran besar ke badan jalan sebagai aksi protes, namun sudah dipindahkan oleh pihak pengelola dan pasca kejadian tersebut bukan respon baik yang diterima oleh warga.
Namun Senin tanggal 06 November 2017 sekitar pukul 21.00 Wib warga kembali melakukan aksi protes dengan cara meletakkan balai dengan ukuran 4×7 Meter ke badan jalan.
Pada hari Selasa tgl 07 November 2017 bertempat di lokasi kejadian/ Balai  yang diletakkan warga telah dilakukan Mediasi oleh Pihak Polres Bireuen dan Polsek Juli dengan Warga guna membuka kembali blokade yang dilakukan warga tersebut.
 Namun warga menolak membuka blokade tersebut jika 3 ( tiga ) tuntutan warga atau masyarakat  tidak direalisasi oleh pengelola Galian C.
Adapun 3 ( tiga ) tuntutan warga yang di sebutkan  sebelumnya sebagai berikut.
 Pihak pengelola membayar iuran untuk desa sebesar 1 juta rupiah perbulan yang belum dibayar terhitung sejak bulan April 2017 hingga November 2017, iuran itu menurut masyarakat sesuai dengan kesepakatan tertulis antara warga dengan pihak pengelola.
Dua Pembuatan Teupin untuk warga sesuai dengan kesepakatan tertulis antara kedua belah pihak juga. Tiga Pihak pengelola supaya berhenti tidak lagi mengklaim Jalan tersebut punya perusahaan galian c, melainkan izin tersebut merupakan jalan umum.
Adapun hasil yg dicapai dari musyawarah dan mediasi tersebut bahwa sanya Masyarakat akan bersedia membuka kembali blokade jika tuntutan mereka direalisasi oleh pengelola, jika tidak maka masyarakat tidak akan membuka blokade tersebut.Apabila dilakukan pembongkaran paksa terhadap blokade maka warga meminta jaminan kepada Pihak Polres dan Polsek Juli agar permasalahan selesai dan tercapai tuntutan masyarakat serta jaminan keamanan jika blokade tersebut dibongkar paksa.
Awalnya Dalam musyawarah tersebut tidak dihadiri oleh Pihak Pengelola Galian C dengan alasan sedang tidak berada ditempat ( di Banda Aceh ) sehingga sangat sulit dicari jalan penyelesaian masalah tersebut.
Selanjutnya sekira pukul 13.00 Wib setelah tiba perwakilan dari pengelola  galian c maka dilakukan mediasi kembali dengan mempertemukan kedua belah pihak yakni pihak Masyarakat  Dusun Bivak dan Perwakilan Pengelola Galian C  Reza, 29thn  yang difasilitasi oleh Pihak Polres Bireuen yg dipimpin oleh Kabag Ops Polres Bireuen serta didampingi oleh para Kasat, Kapolsek serta para personil dengan hasil kesepakatan warga dusun Bivak bersedia membuka kembali blokade dan perwakilan Pengelola Galian C akan segera merealisasi tuntutan warga dalam waktu yang relatif singkat atau cepat mungkin. Sekitar  pukul 14.00 Wib balai yang digunakan untuk blokade jalan telah diletakkan kembali ketempat semula oleh Pers Polres dan Polsek dengan dibantu oleh warga setempat sehingga tidak lagi menghalangi jalan yang merupakan sarana umum.
Dalam giat itu turut dihadiri oleh Kabag Ops Polres Bireuen, Kasat Reskrim Polres Bireuen, Kasat Binmas Polres Bireuen, Kapolsek Juli beserta pers, Perwakilan dari Pengelola Galian C, Kepala Desa beserta perangkat desa, tokoh masyarakat tokoh pemuda desa setempat dengan jumlah sekira 70 orang.
Namun di selah-selah kegiatan itu. Terlihat wajah Kanit Brigadir Rizal Syah putra Selaku  Kanit Reskrim Polsek juli terlihat wajah yang sangat kusut. Saat melihat perwakilan dari pihak yang M. Yudi pratama dan menunjuk menggunakan kayu yang di pegang di tangan kirinya. Dan melepaskan bahasa kepada awak media yang tidak selayaknya dia keluarkan .(M. Reza)
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS