494419 KALI DIBACA

Diduga Penyidik Sat Lantas Polres Aceh Tamiang Salah Tetapkan Tersangka.

Diduga Penyidik Sat Lantas Polres Aceh Tamiang Salah Tetapkan Tersangka.
example banner

Aceh Tamiang I Media Realitas -Yulius Leo Bin Bahrinsyah   (25) warga kampung sungai kuruk 3 kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, membonceng temannya Budiman (25 )  menjadi korban tertabrak mobil tanki yang salah parkir, (17/8/2017)angkutan CPO diduga milik Perusahaan PT. Ensem Sawita  dengan nomor Polisi   BK 9470  terjadi didusun harum sari kampung Semadam.

Yulius Leo yang mengemudi sepeda motor, kondisi kritis sempat dilarikan untuk dioperasi  di Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang dan   Budiman yang dibonceng meninggal dunia di tempat.

Menurut keterangan saksi-saksi, akibat salah parkir,  mobil tangki tersebut juga sudah memakan korban lain sebelum Yulius Leo dan juga ada kecelakaan lagi.

Mobil tanki yang parkir tidak pada tempatnya yaitu di posisi badan jalan, sangat jelas tidak memasang segitiga pengaman atau lampu isyarat peringatan bahaya,  atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir atau dalam keadaan darurat di jalan sesuai yang diatur dalam pasal 121 ayat 21 UU no 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.
Dari keterangan warga Semadam bahwa mobil tangki tersebut telah parkir dibadan jalan selama beberapa hari yang lalu sebut salah seorang warga kepada media ini.

Karena mogok akibat menabrak mobil lain dan dibagian depannya terlihat agak ringsek.

Sejumlah sunber menyebutkan sopirnya sedang menjalani perobatan di rumah sakit dan telah terjadi kecelakaan berulang-ulang oleh pengguna jalan, baik mobil maupun sepeda motor, tetapi mobil tanki tersebut selama berhari-hari tetap diparkirkan ditengah badan jalan oleh pemiliknya  ” Saya pulang dari arah medan ke banda aceh mengendarai sepeda motor dan berboncengan dengan budiman dengan kecepatan spedometer 70.   Setiba di dusun harum sari  semadam tiba-tiba terlihat mobil truk tanki parkir di badan jalan. Saya mencoba mengelak. Tetapi tetap juga tertabrak besi palang belakang truk mobil tanki.  Kami tersangkut di palang dan kemudian terjatuh di aspal.

Lalu kami ditolong oleh pengendara sepeda motor yang berada di belakang kami ujarnya

Saya liat budiman sudah tidak bergerak dan saya pada saat kecelakaan itu dalam kondisi sadar”  penjelasan Yulius Leo kepada wartawan (26/11/2017)    Yulius Leo menambahkan bahwa dirinya melihat dengan jelas    tidak ada pemasangan segi tiga atau tanda lainnya yang menunjukkan ada mobil truk yang parkir tidak pada tempatnya.

Sekitar satu bulan  perobatan di rumah sakit dirinya dimintai keterangan oleh Penyidik Satlantas Polres  Aceh Tamiang penyidiknya berinisial Srj.    ketika di BAP  menurut keterangan Yulius Leo dirinya dibujuk untuk memberi keterangan yang salah  dengan iming-iming bahwa BAP tersebut hanya sebagai formalitas saja  “saya diarahkan untuk mengatakan bahwa kecepatan sepeda motor saya 80 pada spedometer, sebenarnya 70 dan saya diarahkan untuk bilang bahwa saya silau mata  maka tertabrak ujar nya kepada wartawan.

Sebenarnya itu tidak benar dan ayah saya ada ditawarin biaya ganti rugi rp. 1 juta rupiah, untuk perdamaian serta untuk Budiman yang meninggal dunia Rp 2 juta, tapi kami menolak dan ketika kami minta dihadirkan pihak pelaku.

Kata penyidik tersebut tidak perlu hadir pelaku, Karena sudah diwakilkan kepada dirinya, saya memiliki SIM dan STNK hidup pajak dan kami berdua memakai helm standart”  tandas Yulius Leo  kepada wartawan. “Dari analisa yang kami perhatikan,  diduga Penyidik Satlantas Polres Aceh Tamiang salah dalam menetapkan tersangka,  korban bakal terjerat hukum,  memperhatikan pasal 310 ayat 4 UU no 22 tentang  Lalulintas    berbunyi.  Dalam  hal kecelakaan sebagaimana dimaksud ayat 3 yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan /atau denda paling banyak Rp. 12 jt, kami menilai seharusnya pihak mobil tanki yang salah parkir dipidana dan bukan Yulius Leo”  papar  Khaled, SH  pemerhati hukum pidana kepada wartawan saat dimintai tanggapannya Sabtu ( 26/11). sampai berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil untuk konfirmasi dengan pihak Perusahaan PT. Ensem Sawita yang diduga sebagai pemilik mobil Tanki dan pihak Satlantas Polres Aceh Tamiang.
Kasus ini sudah P21  dan sedang diproses oleh Kejaksaan Negeri Kuala Simpang. (ibnu)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS