167919 KALI DIBACA

Damri: Saya Akan Menjaga Makam bersejarah Minak Trio Deso didesa Sekipi.

Damri: Saya Akan Menjaga Makam bersejarah Minak Trio Deso didesa Sekipi.
example banner

KOTABUMI| Media Realitas-Mentelusuri Makam bersejarah yang ada didesa sekipi kecamatan abung tinggi Kabupaten Lampung Utara(LAMPURA)yaitu makam Minak Trio Deso yang terletak di seputaran Rimba Kekasan, Desa Skipi Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampura, dengan mengendarai kendaraan roda empat dengan jarak tempuh lebih kurang sekitar 45 Menit dari pusat kota Kotabumi, Jumat (24/11/2017)

Saat memasuki area Rimba Kekasan (hutan menuju makam) disuguhkan dengan pemandangan hutan asli yang berisi puluhan ribu rumpun bambu dengan luas berkisar lebih kurang sekitar 50 hektar,

Makam yang pertama dijumpai pada area tersebut ialah beberapa makam Istri dan para algojo Minak Trio Deso, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri turun bebukitan dengan meniti anak tangga yang penuh misteri, yang dihiasi beberapa petak sawah petani dibawah bukit tersebut,

Selanjutnya, sampailah pada tempat yang menjadi tujuan utama, yaitu makam Puyang Minak Trio Deso, sesampainya disana langsung berziarah, setelah itu diseberang makam yang dibentangi oleh persawahan dan Kali Abung (Sungai) tampak ada tanah bekas galian, yang menjadi pertanyaan nya untuk apa dan bekas apa tanah galian tersebut.
Masyarakat sekitar yang berdomisili didesa Skipi, Hi Damri,saat memberikan mengatakan, tanah galian tersebut digali untuk membuat jalan untuk para petani yang hendak pergi lalu lalang ke lahan pertanian yaitu ladang sawah yang terletak didekat makam Minak Trio Deso,

“Tanah itu digali semata mata hanya untuk membuat badan jalan agar akses petani ke Sawah bisa semakin dekat tanpa berkeliling jauh, itupun jauh berkisar 200 meter dari sebrang kali yang letaknya jauh dari makam puyang minak trio deso dan tanah yang tersisa itu nanti akan diratakan untuk memadatkan badan jalan bukan dibuang ke sungai, dan itu sama sekali tidak berpengaruh atau merusak cagar budaya makam Minak Trio Deso,” Kata Damri.Saya penduduk setempat lebih tau sejarah puyang minak trio deso kalau ada tuduhan saya akan merusak dan menengelamkan cadar budaya tidak akan saya berani karna apa,sampai saat ini makan keramat tersebut masih sangat sakti itu setau saya warga disini,kalau ada tuduhan kepada saya akan merusak maka saya siap dihukum allah dan kalau saya dianggap bersalah membuat jalan pakai alat saya dan tanah pribadi saya maka saya akan siap dipenjara,jangankan saya akan merusak sebatang kayupun kami warga disini tampa buat masyarakat ramai kami tidak sanggup”ujarnya.orang baru sekali dua kali kemakam puyang sedangkan saya tingal dari lahir disini.

saya kecewa saja seolah saya mau merusak cadar budaya itu tidak benar,silahkan kalian lihat sendiri kelokasi kalau saya mengada ada,saya masih takut ajab allah dan puyang,bangunan kuburan puyang minak tri deso pun saya ikut buat,saya yang ikut menjaga kok saya yang akan menghilangkan cadar budaya,Harapan saya kepada tokoh adat dan yang tau sil silah makam puyang saya berharap jangan cuma mendengar berita atau cerita silahkan turun kelokasi dan mengecek kebenarannya,dengan adanya pemberitaan didunia maya saya merasa kecewa kami yang menjaga kok kami yang jadi piral didunia maya,kalau saya berserah kepada yang kuasa,biarla allah yang membalasnya kejoliman yang saya terima,kalau dibilang saya merusak mana buktinya,pemerintah daerah sendiri dari badan Lingkungan Hidup (BLH) sudah turun,kepolisian resort polres lampung utara sudah turun dan melihat langsung kelokasi,Kalau masalah ijin seminggu saya oprasi lahan batu ijin jadi saya baru gerak

Pajak saya bayar,uasaha sayapun usaha pribadi saya dan anak anak saya,kalo masalah yang kalian angap sudah menjadi piral saya ngak tau itu,saya ini paling takut yang namanya masalah apalagi mau berbuat salah,kalau masalah politik tidak ada arah kesana siapun yang menjadi bupati itu bupati saya,saya buka pabrik lahan batu sudah dari tahun 1997,baru ini saya yang dipitnah kalau menurut saya ini pitnah,dan harapan saya ini jangan sampai menjadi sara,seandainya nanti akan menjadi perpecahan antar suku saya akan bertindak dan melaporkan permasalahan ini kepihak yang berwajib,saya tidak bilang saya benar tapi kalau nama baik saya akan dirusak dan dicemarkan saya jujur tidak akan terima,ini warga semua boleh kalian tanya satu persatu mungkin didesa sekipi ini hanya 20 persen yang bukan keluarga saya,kepada semua masyarakat yang khususnya suku abung saya minta maaf walau saya merasa tidak salah dalam hal ini,saya berharap masyarakat dan tokoh adat bisa melihat langsung kelokasi,biar tau yang mana yang saya akan hilangkan cadar budaya

Jangan mau menghilangkan orang yang akan menjadikan hutan kekas kebun dan lahan batupun saya laporkan,gimana saya akan merusak apalagi akan menghilangkan cadar budaya”ujar Damri yang diamaini masyarakat dan tua tokoh semendo didesa sekipi,kepala desa sekipi Junsen saat dimintai keterangan terkait adanya dugaan pengrusakan dengan tegas junsen menjawab semua tidak benar,kalau memang masih ada yang kurang percaya silahkan untuk melihat sendiri kelokasi,”ujar junsen,jangan cuma katanya tidak mungkin kami warga desa sekipi akan menghilangkan cadar budaya”tegas junsen.
Hal senada juga diamini oleh Sandi, masyarakat sekitar, menurutnya apa yang telah dilakukan oleh bapak H.Damri adalah hal yang mulia, bukan merusak justru pihaknya yang mati matian menjaga kelestarian makam bersejarah Minak Trio Deso.

“Kami masyarakat sekitar selalu menjaga destinasi cagar budaya ini, dan kami juga tidak sanggup mau mengotak atik atau merusak cagar budaya itu, karena makam itu adalah makam yang sangat bersejarah, “Ujar Sandi.

 

Setelah awak media mendengarkan penjelasan dari masyarakat sekitar, serta hasil pantauan dilapangkan pun menunjukkan bahwa tanah bekas galian yang terletak diseberang makam Minak Trio Deso sama sekali tidak merusak Cagar budaya Makam bersejarah Minak Trio Deso. (Desi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS