47819 KALI DIBACA

Akhirnya Setya Novanto Pakai Rompi Oranye

Akhirnya Setya Novanto Pakai Rompi Oranye
example banner

JAKARTA | Media Realitas- Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya berhasil memindahkan Ketua DPR RI Setya Novanto dari RSCM ke Rumah Tahanan KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/11/2017) malam.

Pantauan Kompas.com, Novanto berada di mobil tahanan yang datang ke KPK dengan sejumlah iring-iringan mobil KPK lainnya.

Mobil tahanan KPK yang membawa Novanto tiba sekitar pukul 23.40 WIB. Novanto terlihat turun dari mobil tahanan KPK, sudah mengenakan rompi oranye khas rompi tahanan KPK.
Turun dari mobil, Novanto duduk di kursi roda. Sejumlah pihak kemudian membantu mendorong kursi roda yang dinaiki Novanto untuk masuk ke gedung KPK.

Novanto masuk ke gedung KPK dibantu petugas yang mengawal. Ia melewati pintu yang biasa digunakan keluar masuk tahanan KPK.
Novanto hanya terlihat sekali melambaikan tangan ke arah awak media. Ia tidak terlihat memberikan komentar atas penahanannya ini.

Rencananya, Novanto akan ditahan di Rutan KPK. Seperti diketahui, status Novanto memang sudah menjadi tahanan KPK. Penahanan Novanto dimulai sejak 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017.

Namun, penahanannya dibantarkan karena masih dirawat di RSCM pasca kecelakaan yang dia alami.
Novanto sebelumnya mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau, Kamis (19/11/2017). Mobil yang ditumpangi Novanto menabrak tiang listrik.

Saat itu, Novanto tengah menuju ke studio salah satu stasiun televisi swasta untuk melakukan siaran langsung. Setelah melangsungkan siaran langsung, Novanto yang tengah diburu lembaga antirasuah berencana mendatangi KPK untuk memberikan keterangan.

Adapun KPK memburu Novanto setelah yang bersangkutan berkali-kali tak memenuhi panggilan KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.

Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.
Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Minta Perlindungan

Ketua DPR Setya Novanto meminta bantuan hukum kepada Komisi III DPR terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyarankan, sebaiknya Novanto meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Tupoksi perlindungan hukum itu tidak masuk cakupan tupoksi (tugas pokok dan fungsi-red) Komisi III, lebih tepat ke LPSK,” ujar Arsul dalam pesan singkatnya, Senin (20/11/2017).

Arsul menjelaskan, Komisi III akan melihat masalah Novanto dari sisi yang normatif. Ia juga menghormati apa yang telah dilakukan KPK.

“Saya kira kami yang di Komisi III akan melihat masalah Pak Setya Novanto dari sisi normatif dan proporsionalitasnya dulu. Apa yang menjadi kewenangan KPK kami hormati dengan tetap mengkaji apakah dalam menggunakan kewenangan tersebut murni dalam wilayah penegakkan hukum atau masuk pula unsur-unsur lain selain kepentingan penegakkan hukum,” jelas Sekjen PPP ini.

Arsul menuturkan, Komisi III juga harus terbuka dengan pengaduan dari pengacara Novanto.

“Demikian pula kami juga harus terbuka dan bisa disaksikan publik untuk mendengarkan pengaduan dari pengacara Satya Novanto, hal yang benar ya kita benarkan, tapi hal yang keliru ya harus kita sampaikan sebagai masukan kepada pengacara yang bersangkutan,” ucap.

Sebelumnya Kuasa Hukum Novanto, Fredrich menyebut upaya hukum yang diajukan kliennya sudah sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku. Tak hanya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum Partai Golkar itu juga meminta bantuan hukum ke Komisi III DPR RI.

Baca juga: Tak Hanya ke Jokowi, Novanto Juga Minta Perlindungan ke Komisi III

“Beliau sudah minta perlindungan hukum langsung ke Komisi III. Karena kan beliau biarpun Ketua (DPR RI), tapi kan yang membidangi hukum kan Komisi III. Jadi, beliau melakukan upaya hukum sesuai dengan prosedur hukum yang sebenarnya,” tutur Fredrich, Senin (20/11).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS