83519 KALI DIBACA

Warga Lamno Ditembak di Malaysia

Warga Lamno Ditembak di Malaysia
example banner

Calang I Media Realitas – M Zubir (30) warga Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya (lamno), Aceh Jaya pada Selasa (24/10) sekitar pukul 03.00 malam, dilaporkan ditembak oleh orang tak dikenal di tempat cuci mobil yang merupakan tempat kerja korban yang terjadi saat tidur di kawasan Pahang Felda Banda Turazak Klantong 3, Malaysia.

Ismuhadi adik sepupu M Zubir yang menjadi korban penembakan tersebut yang dikonfirmasi Wartawan  Kamis sore (26/10), menyebutkan abangnya M Zubir adalah putra asli Lamno ( Kabupaten Calang  provinsi Aceh ) yang tinggal di Desa Babah Ie.

Korban merantau  ke Malaysia sekitar empat tahun di sana yang bekerja sebagai tukang cuci mobil, ( dorsmeer ) pada Selasa dini hari ia ditempak oleh orang tak dikenal tepat dikepalanya sebanyak dua kali sehingga menembuskan nyawa ( meninggal dunia ).

Lebih lanjut  M Zubir dinasa juga bersama adiknya Syahrul Ramadhan, mereka merantau ke sana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sedangkan mereka ialah salah satu warga miskin di Lamno, sehingga mereka memilih merantau ke Malaysia.

Sementara kasus pembunuhan tersebut belum diketahui apa pnyebabnya, hingga korban ditembak di kepala saat korban sedang tertidur.

“Kita berharap kepada semua pihak untuk bisa memulangkan abang kami ke kampung halaman ke Calang Aceh Jaya Provinsi Aceh asalnya,” harap Ismuhadi.

Sementara H Sudirman (Haji Uma) anggota DPD RI asal Aceh yang menghubungi Wartawan , Kamis kemarin membenarkan telah terjadi penembakan terhadap salah seorang warga Aceh di malaysia atas nama M Zubir warga Lamno Aceh Jaya. Disebutkan, hal tersebut sebelumnya telah mendapatkan laporan dari keluarga atas peristiwa tersebut.

Menyangkut masalah itu Sudirman mengaku telah mencoba membangun komonikasi dengan Abu Saba pihak Grup Kana dan Grup Forum Persatuan Pemuda Aceh serta masyarakat Aceh Perantauan yang ada di sana untuk mengurus proses pemulangan. Sedangkan hingga Kamis siang kemarin jenazah korban masih di Rumah Sakit Kuantan dan belum dibolehkan dijenguk yang jaga ketat oleh pihak kepolisian Diraja Malaysia di sana.

Dikatakan Sudirman, pihaknya juga telah mengutuskan Tgk Amir warga Aceh yang ada di Klantan untuk membesuk langsung, namun dia juga membenarkan belum bisa di izinkan melayat. “Untuk itu keluarga kita mohon tenang dan tidak menanggapi hal-hal Hoax termasuk ada telp yang menamakan pihak kedutaan yang meminta tebusan 16000 RM untuk biaya pemulangan,”harap Sudirman.

Terkait hal itu ia juga telah membangun komonikasi dengan piha KBRI di Kuala Lumpur untuk menindak lanjuti hal tersebut dan telah berbicara langsung dengan adik korban yang ada di Malaysia Syahrul Ramadhan yang saat ini masih sangat trauma atas peristiwa tersebut.( Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS