31019 KALI DIBACA

Tak Kapok, Baru Keluar Penjara Residivis Ini Nekat Edar Sabu Lagi dan Begini Akibatnya

Tak Kapok, Baru Keluar Penjara Residivis Ini Nekat Edar Sabu Lagi dan Begini Akibatnya
example banner

TANGERANG SELATAN | MEDIA REALITAS- Seorang pria berinisial MA alias T (30) tak juga kapok bersentuhan dengan dunia narkoba. Baru saja menghirup udara bebas dari penjara tahun 2015, kini pemuda pengangguran itu kembali memilih ‘jalan hitam’ dengan menjadi pengedar sabu.

MA berdalih, kondisi ekonomi yang kembang-kempis mendorongnya untuk mengulangi perbuatan itu. Keuntungan yang didapat pun cukup menggiurkan, dari tiap 1 gram sabu yang terjual ada jatah Rp.500 ribu miliknya. Dengan rincian, tiap 1 gram sabu dipecah menjadi 5 paket, dan tiap paket dijual seharga Rp.350 ribu.

Namun bisnis haramnya tak berlangsung lama, dari hasil pengembangan suatu kasus akhirnya pihak kepolisian datang menyergap kediaman MA di daerah Perumahan Bale Tirtawarna Cluster Argawana Blok G6 Nomor 10, Desa Sukamulya, Rumpin, Bogor.

Barang bukti (BB) yang disita dari kontrakan MA berupa dua bungkus kotak makanan ringan, didalamnya berisi 2 plastik sabu dengan total seberat 161,35 gram. Selain itu, petugas mengamankan pula uang tunai Rp1.150.000 serta alat timbangan digital.

“Barang buktinya sejumlah 161,35 gram sabu. Tersangka MA ini adalah residivis, dia baru saja keluar tahun 2015 setelah dihukum 4 tahun dalam kasus narkoba. Pengakuannya baru 2 kali ini mengedarkan. Sabu ini dipecah-pecah, 1 gram kadang menjadi 5 paket,” terang AKBP Fadli Widiyanto, Kapolres Tangsel di Kantornya, Jalan Letnan Soetopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kamis (19/10/2017).

Mulanya, tim Resmob Polsek Kelapa Dua berhasil menangkap rekan MA, berinisial D (27), di pinggir Jalan Raya Lapan, Cisauk, Tangerang, Jumat 22 September 2017 malam sekira pukul 20.30 WIB.

Dari pemeriksaan di tubuh D, ditemukan 1 paket sabu seberat sekira 0,53 gram. Dia juga mengaku, jika sabu diperolehnya dari MA. Setelah itu, polisi bergegas mencari keberadaan MA, dan berhasil menyergapnya di daerah Rumpin.

“Awal pengungkapan adalah tertangkap dulu saudara D, yang membeli sebanyak 1 gram dari saudara MA, yang kemudian ditangkap oleh Polsek Kelapa Dua. Selanjutnya dikembangkan, barang tersebut berasal dari tersangka MA di daerah Bogor,” ungkap Fadli.

Pelaku MA menyebutkan, paket sabu dibeli dari seseorang yang tak dikenal di pinggir Jalan Raya Veteran, Kota Tangerang, lalu dijualnya kembali di sekitar wilayah Tangerang Raya. Bisnis haram tersebut terpaksa dilakoninya lantaran, tak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Tadinya saya bantuin orang tua dagang, habis itu nganggur, mumet karena nggak ada uang mau beli apa-apa. Terus teman ada yang ngajak untuk jual sabu, karena untungnya banyak makanya saya mau,” ujar MA di Mapolres Tangsel.

Atas perbuatannya, MA dikenakan Pasal 114 ayat (1) KUHP, Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan pelaku D, dikenakan Pasal 112 ayat (1) KUHP, dengan pidana kurungan maksimal 12 tahun.(red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS