77419 KALI DIBACA

Proyek pengaspalan Jalan Langsa diduga melakukan pencurian mutu dan kwalitas.

Proyek pengaspalan Jalan Langsa diduga melakukan pencurian mutu dan kwalitas.
example banner
Langsa Aceh  I Media Realitas-Proyek pembangunan pengaspalan Jalan TGK. CHIK. Di Tunong Gampong Jawa Kecamatan Langsa Kota Pemko Langsa (Lanjutan) dengan  Nomor Kontrak 02/SPK/620/OTSUS-PML/BM/2017 dengan Nilai Kontrak Rp. 885.000.000,- Sumber dana OTSUS yang di kerjakan oleh rekanan CV.RAWA BANGUN. Diduga tidak memiliki Surat GRADASI Base Cours dari tim Di PIXLE LAB.

Ketika pengawas lapangan M.Nur  di tanya tentang surat Gradasi Base, pihaknya menjawab ada di Kantor dan tidak mungkin saya bawa-bawa kelapangan.

“Kemudian saat di ajak ke kantor untuk melihat surat itu benar ada ata tidak, M.Nur  mengatakan saya masih kerja nanti kalau sudah saya pulang ke-kantor kita lihat, dan M.Nur mengatakan, “abang seperti orang LAB saja.Sabtu(14/10/17)

Sampai dengan  berita ini di tayangkan, M.Nur tidak dapat menunjukan surat Gradasi  Base Cours tersebut, ada dugaan sementara bahwa pelaksanaan proyek pengaspalan jalan tersebut telah melakukan pencurian mutu dan kwalitas.

“Pengendalian mutu merupakan salah satu  faktor penting yang dapat memberikan informasi sebagai tolok ukur, apakah suatu pekerjaan itu  sudah sesuai dengan yang diinginkan. Dan ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregat kelas A dan kelas B , yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah), analisa saringan,percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan pemeriksaan lapangan dengan metode sand cone test.

Artinya, pengendalian mutu ini mengacu pada buku Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev.2) yang diterbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga Repubik Indonesia.

Pada pekerjaan  lapis pondasi agregat kelas A dan lapis pondasi agregat kelas B sepanjang dari Sta. Hasil yang diperoleh unluk material LPA, memperlihatkan semua titik berada pada nilai kadar air antara sesuai spesifikasi, kadar air berada pada rentang  dibawah kadar air optimum dan diatas kadar air optimum yaitu antara rentang berat kering maksimum LPA, γd (LAB) yang direncanakan dengan derajat kepadatan adalah 100%, hasil di lapangan.

Untuk itu, pengendalian mutu adalah suatu proses kontrol dari mulai penyiapan bahan baku menjadi bahan olahan (proses pengolahan) dan menjadi bahan jadi.

Pengendalian mutu merupakan salah faktor penting yang dapat memberikan informasi sebagai tolok ukur, apakah barang jadi ini sudah sesuai dengan yang diinginkan.
Dalam setiap pekerjaan jalan selalu dilakukan kegiatan pengendalian mutu material, dalam hal ini khususnya material agregat kelas A dan kelas B, yang apakah sudah memenuhi syarat
spesifikasi yang telah di tentukan.
Ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregat kelas A dan kelas B, yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah),

Percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan terakhir pemeriksaan lapangan dengan metode sand cone test.
Masalah yang akan dibahas pada Pengendalian Mutu Agregat Kelas
Tujuan dari pengendalian mutu agregat kelas A dan Kelas B pada Pekerjaan Jalan mengetahui apakah kepadatan LPA dan LPB dilapangan sudah sesuai dengan kepadatan yang dimaksud dalam spesifikasi.
Dalam hal ini memberi batasan permasalahan pengendalian mutu, maka semua itu perlu surat Gradasi Base Cours dari tim ahli DI PIXLE LAB yang mengeluarkannya.

Sementara itu, Ketua DPC LSM PERINTIS Kota Langsa Zulfadli  mengatakan kepada wartawawn, Sabtu(14/10/17) se-andainya memang surat Gradasi Base Cours itu ada diberitahukan saja dengan awak Media, karena semua itu adalah keterbukaan untuk publik, bukan artinya untuk di sembunyikan.paparnya.

Selanjut nya M.Nur selaku pelaksana lapangan saat dikonfirmasi melalui Watshapp nya, Sabtu (14/10/17)menjelas kan,”Kami tidak pernah mengolah bes atau memproduksi bes karna kami tidak punya stone cruser, kami beli bes yang sudah jadi yang disertai job mix yang sudah lengkap.”tulis nya.

Sementara itu Maulizar ST, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum kota Langsa, ketika dikonfirmasi Minggu (15/10/17)menjelaskan,” itu tidak benar karena setiap pekerjaan  jalan selalu ada mix design untuk base A dan base B juga Test sand cone,
Semua kita lakukan,” ujar nya.
Sampai berita ini dituangkan belum ada pihak terakit yang memberikan keterangan resmi terhadap pembangunan jalan ini.(WR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS