38319 KALI DIBACA

Menteri Agama Buka Pentas PAI 2017

Menteri Agama Buka Pentas PAI 2017
example banner

BANDA ACEH – Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) secara resmi telah dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ditandai dengan pemukulan rapaai, di Taman Sultanah Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Senin, 9 Oktober 2017 malam.

Lukman Hakim dalam kata sambutannya mengatakan, Pentas PAI merupakan kebutuhan kita semua, baik orang tua, guru pengajar, maupun instansi pemerintah, dalam ketuntasan dan ketercapaian proses belajar pendidikan agama Islam yang selama ini dilakukan.

“Tentunya ini juga kebutuhan kita sebagai masyarakat bagaimana potensi-potensi pendidikan agama Islam yang dimiliki oleh para generasi muda Islam ini sehingga kita dapat menatap masa depan bangsa dan negara kita lebih baik,” kata Lukman Hakim.

Oleh karenanya penyelenggaraan Pentas PAI ini ditambahkannya memiliki makna dan posisi yang sangat strategis.

Tema “Merawat Keberagaman, Memantapan Keberagamaan” yang diusung pada kompetisi nasional tersebut, dijelaskan sangat penting digelorakan terutama di ajang dua tahun sekali ini. Sebab Pendidikan Agama Islam itu sudah seharusnya dikaitkan dengan karakteristik jati diri keindonesiaan yang memang tidak terpisah dari keragaman dalam aspeknya, bisa di sisi nilai-nilai religiusitas dan keagamaan di sisi yang lain.

“Keragaman dan keagamaan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang tidak bisa dipisahkan-pisahkan. Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk, baik dari aspek suku, budaya, bahasa, bahkan agama sekalipun,” jelasnya.

“Bagaimana kedamaian dan kerukunan itu lebih dikedepankan. Sehingga Islam tidak hanya yang mampu merawat keberagaman tetapi juga sekaligus merawat keragaman itu, kita mantapkan keberagamaan kita, keberagamaan islaman kita dalam konteks keindonesiaan.

Sehubungan dengan itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sebelum juga menyampaikan hal yang sama dalam kata sambutannya. Dia mengatakan, sesuai dengan ajaran Agama Islam bahwa muslim sebagai agama mayoritas di Indonesia harus menjadi pelindung bagi yang minoritas.

“Seharusnya kita sebagai mayoritas di negeri ini dapat menjadi pelindung bagi pemuluk agama minoritas lainnya. Tidak boleh ada devensif,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, apapun agama yang menjadi mayoritas, seharusnya menjadi pelindung bagi agama yang minoritas dan tidak dibenarkan saling menganggu umat lain beribadah apalagi sampai merusak tempat ibadah. Hal itu disampaikannya berdasarkan beberapa konflik agama yang terjadi di Indonesia.

“Ini tidak dibenarkan merusak dan mengganggu ketenteraman beribadah agama lain. Meskipun kita lihat sekarang ada pihak yang devinsif, itu idak boleh terjadi lagi,” kata Irwandi.

Acara Pentas PAI ke-8 tahun 2017, yang diikuti lebih 1.054 peserta dari berbagai tingkat sekolah di Indonesia, akan dilaksanakan mulai tanggal 9-14 Oktober 2017.

Sebelumnya, Menteri Agam sempat membacakan sebuah pantun mengenai pelaksanaan Pentas PAI yang digelar di Aceh.

“Ingin meresapi kopi nikmat, datanglah ke Aceh serambi Mekkah. Bila ingin duniawi dan ukhrawi selamat, amalkanlah PAI berisi berkah,” ungkap Lukman Hakim.[red]

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS