52919 KALI DIBACA

Ketua PWI Aceh: Wartawan Wajib Lulus Uji Kompetensi

Ketua PWI Aceh: Wartawan Wajib Lulus Uji Kompetensi
example banner

ACEH TIMUR|Media Realitas – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Tarmilin Usman, SE, M. Si, menegaskan pentingnya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) terhadap wartawan, khususnya yang ada dan melakukan tugas liputan di Aceh.

Hal itu dikatakan Tarmilin Usman saat mengisi materi di Pelatihan Jurnalistik soal Kode Etik Wartawan (KEW) yang diselenggarakan oleh PWI Perwakilan Aceh Timur di The Royal Idi.

Pelatihan tersebut terselenggara berkat kerjasama yang digagas PWI Aceh Timur dengan perusahaan migas, PT. Medco E&P Malaka. Sebanyak 50 wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektronik dibekali pelatihan selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 27-28 Oktober 2017.

“Kita harus memilih, jika sudah terjun ke dalam dunia jurnalistik maka jangan setengah-setengah. Wartawan harus selalu meningkatkan kapasitas dan kelayakannya Oleh sebab itu, pelaksanaan uji kompetensi adalah salah satu upaya standarisasi terhadap wartawan di Indonesia,” ujar Tarmilin yang sudah dua periode memimpin PWI Aceh.

Jika wartawan tidak lulus saat mengikuti UKW, tambahnya, maka dapat dipastikan wartawan tersebut tidak lah profesional dan narasumber dapat menolak permintaan sewaktu hendak diwawancarai. “Sekarang belum, karena masih dianggap tahapan sosialisasi. Tapi Dewan Pers akan berupaya agar aturan itu segera berlaku,” timpalnya.

Tarmilin menjelaskan, UKW dilaksanakan bukan untuk membedakan antara wartawan yang satu dengan wartawan lainnya, melainkan hanya bagian atau tahapan sertifikasi profesi kewartawanan mengingat belakangan ini, seseorang dengan sangat mudah menyandang gelar wartawan.

Publik selama ini dikatakannya juga sudah sangat sering mengeluh dengan kehadiran wartawan ‘abal-abal’ yang saat melakukan tugas jurnalistiknya, justru menabrak dan melanggar aturan serta kode etik jurnalistik.

“Seorang wartawan sudah seharusnya menjadi wartawan yang profesional dan berkualitas, UKW adalah tahapan yang harus dilewati sehingga status wartawan tersebut akan diakui,” ujar Tarmilin.

Ia juga menjelaskan, seiring lahirnya UU Kebebaan Pers Nomor 40 Tahun 1999, organisasi wartawan tumbuh dan lahir dengan sangat pesat. Namun, yang diakui dan terdaftar di Dewan Pers di Indonesia hingga saat ini hanya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Wartawan senior yang juga penguji UKW di tingkat PWI Pusat ini menambahkan, bukan berarti organisasi lainnya tidak bagus. “Sebaiknya pilih salah satu dari tiga organisasi yang diakui oleh Dewan Pers, demi memudahkan proses pembinaan dan advokasi tatkala harus berurusan dengan hukum,” jelas Tarmilin.

Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Sekda Aceh Timur itu juga menghadirkan pemateri Moh Sa El Ramadan yang saat ini menjabat sebagai CEO Kantor Berita Aceh (KBA.One) dan Operations Manager PT Medco E&P Malaka, Fachrurozi.(red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS