133719 KALI DIBACA

Dua Pasar Tradisonal Yang Dibangun di Kota Langsa Diduga Tidak Dilakukan Study Kelayakan.

Dua Pasar Tradisonal Yang Dibangun di Kota Langsa Diduga Tidak Dilakukan Study Kelayakan.
example banner

Langsa Aceh I Media Realitas -Dua pasar  tradisional yang dibangun tidak dilakukan study kelayakan oleh Pemko Langsa sejak 5 tahun lalu hingga kini belum berfungsi, aneh nya setiap tahun kedua pasar tradisional itu mendapat anggaran dan dilakukan penambahan fisik, seperti  pasar tradisional Langsa Lama, Kecamatan Langsa Lama, Pemko Langsa namun hingga kini tak seorangpun pedagang yang terlihat pedagang di pasar tersebut.

Pada tahun ini tahun 2017 dipasar Langsa Lama terlihat  sedang dilakukan proyek pembangunan Insulasi Atap pasar yang bersumber Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 924.840.000 dan proyek tersebut dikerjakan rekanan  oleh CV. Maju Bersama.

Yang menjadi pertanyaan oleh berbagai kalangan, mengapa  pada tahun 2017 ini di bangun pasar tambahan. Sementara pasar yang lama pun tidak ada seorangpun pedagang yang berjualan di pasar itu.

Menurut sejumlah sumber yang berhasil di himpun media dari masyarakat Desa Pondok Pabrik Senin (16/10/17) selama ini tidak seorang pun yang berdagang dipasar itu, ungkap nya,  sekiranya pun pasar tersebut berfungsi, pilihan masyarakat tetap berbelanja ke pusat pasar kota Langsa yang hanya berjarak  lebih kurang 2 kilometer, dari desa Pondok Pabrik.

“Justru kami lebih senang berbelanja di pusat pasar, oleh karena disana tersedia segala nya dan banyak pilihan,” ujarnya.

Menurut amatan  media ini dilapangan, ada berbagai sarana dan fasilitas di pasar tersebut yang  sudah hancur dan rusak, diantaranya plafon, lantai pasar, dan Paping Blok pada halaman pasa itu.

Pasar tradisional seperti ini juga ada terdapat di Desa Lengkong, Kecamatan Langsa Baro yang dibangun lebih kurang Lima Tahun yang lalu dengan Anggaran APBN, tetapi juga tidak berfungsi dan setiap tahun bertambah proyek fisiknya, ini aneh.

Menyikapi persoalan tersebut, Husaini salah seorang pemerhati sosial di Kota Langsa mengatakan, pembangunan kedua pasar tradisional tersebut diduga tidak dilakukan study kelayakan, baik perencanaan serta pelaksanaan nya, sehingga kedua pasar itu dinilai tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran.

“Jika dugaan itu benar, berarti Pemko Langsa hanya memikirkan adanya proyek, oleh karena adanya fee proyek  mungkin, dengan tidak memikirkan apakah proyek tersebut bermanfaat dan dibutuhkan oleh  masyarakat” tegas nya. Berbagai elemen masyarkat Langsa meminta pihak Kejati Aceh untuk segera melakukan penyelidikan terhadap pembangunan dua lokasi pasar tradisional itu dugaan sementara proyek tersebut tidak dilakukan study sebelumnya. Media ini belum berhasil melakukan komfirmasi dengan pihak terkait di Pemko langsa, menyangkut pembangunan kedua pasar tradisional didua lokasi itu.( WR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS