56619 KALI DIBACA

Akibat Banjir: Puluhan Rumah Termasuk Panpres dan Badan Jalan Gampong Pawoh Labuhanhaji Teracam Amblas Kesungai

Akibat Banjir: Puluhan Rumah Termasuk Panpres dan Badan Jalan Gampong Pawoh Labuhanhaji Teracam Amblas Kesungai
Terlihat dalam photo diatas kondisi badan jalan, kuburan umum dan perumahan masyarakat termasuk ponpes Gampong Pawoh Labuhanhaji, hanya menunggu roboh kedalam sungai Labuhanhaji.MIMBAR REALITAS/ZULMAS
example banner

Tapaktuan-MEDIARealitas: Akibat hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan sejak dua tahun lalu menyebabkan terjadi abrasi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Gampong Pawoh dan Gampong Apha, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan.

Penyebab itu, puluhan rumah penduduk di dua gampong tersebut, termasuk Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ihsan, termasuk kuburan umum saat ini terancam amblas kesungai.

Menurut laporan beberapa tokoh masyarakat Gampong Pawoh kepada Mimbar Realitas, Jumat (13/10/2017) ratusan masyarakat sangat resah kondisi aliran sungai Labuhanhaji, selain puluhan rumah masyarakat, panpres Darul Ihsan merupakan pusat pengkajian tauhid tasawoh se-Asean tersebut juga badan jalan terancam amblas kedasar sungai.

Apalagi sekarang jarak sungai dengan Ponpes Darul Ihsan Gampong Pawoh dan rumah penduduk saat ini hanya berkisar satu-dua meter lagi.

“Jika kasus ini tidak segera ditangani dengan cara membangun tebing pengaman dari batu gajah, bisa-bisa akan amblas ke sungai,” papar salah seorang warga masyarakat enggan disebutkan namanya di media ini.

Sebab abrasi tersebut menurut hemat kami sejak tahun 2015 lalu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda untuk dibangun, tambah masyarakat.

Sebelumnya Keucik Gampong Pawoh Labuhanhaji, Said Rabali juga menyampaikan keluhan terhadap abrasi di gampungnya. Hingga kini masih juga belum ada tanda-tanda untuk dibangun.

Sekarang kata Said Rabali, kondisinya semakin parah karena dipicu hujan dari gunung. “Apabila hujan lebat warga sekitar semakin resah. Sebab Gampong Apha dan Gampong Pawoh berada di penghung sungai,” ungkapnya.

Beberapa tokoh masyarakat dan Keucik Said Rabali, Gampong Pawoh mengharapkan kepada Pemerintah Aceh Selatan dan Provinsi Aceh turut membantu penanganan banjir yang sudah menjadi langganan di kecamatan tersebut dengan cara menormalisasikan sungai dan membangun tebing pengaman dari batu gajah.

“Persoalan banjir di Labuhan Haji ini bukan hanya menjadi tanggung kawab pemerintah daerah. Tapi juga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga wajib membantu mengatasinya,” ujar Said Rabali.

Apalagi terang pak Keucik Gampong Pawoh, “Jarak sungai dengan Ponpes Darul Ihsan cuma berkisar dua meter lagi. Bila ini dianggarkan untuk dibangun tanggul pengaman tebing itu dengan dana gampong, menurut hemat mereka, bisa-bisa sepuluh tahun, itupun belum juga dipastikan rampung,” ujarnya.

Kepala Gampong Apha, Kecamatan Labuhanhaji, Paman, yang desanya bersebelahan dengan Gampong Pawoh hanya dipisahkan dengan sungai, dihubungi secara terpisah, mengatakan hal yang sama puluhan perumahan penduduk hampir amblas kesungai akibat banjir sekitar tiga tahun lalu.

Tahun lalu, sebagian dana gampong kami gunakan untuk bangun buton tebing pengaman. Hanya bisa diatasi, tapi tidak maksimal.

“Bila dana gampong dipergunakan untuk membangun pengaman tebing, hal hasil pembangunan lain terabaikan,” sebutnya.

Sementara Kepala Dinas PU Tata Kota Aceh Selatan, Ir Bahrumsyah dihubungi beberapa kali Jumat (13/10/2017) melalui hand ponnya belum berhasil.(MR.ZULMAS)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS