55019 KALI DIBACA

Kuasa Hukum PT. Samana Safaruddin SH : Samana Bukan Penyerobot Lahan , Tuntutan Warga Diwarnai Aksi Blokir Jalan

Kuasa Hukum PT. Samana Safaruddin SH : Samana Bukan Penyerobot Lahan , Tuntutan Warga Diwarnai Aksi Blokir Jalan
Kuasa Hukum PT Samana, Safaruddin SH, Direktur Utama PT. Samana Citra Agung, Deni Fahlevi, Direksi Samana, Yusri dalam konferensi pers dihadapan puluhan awak media di Restoran Kuala Village, Banda Aceh, Jumat (22/9)
example banner

Banda Aceh I Media Realitas – Kuasa Hukum PT. Samana Citra Agung, Safaruddin SH, menegaskan, tuntutan warga sekitar perusahaan dalam aksi pemblokiran jalan ke PT. Semen Indonesia Aceh (PT.SIA) di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, terkait persoalan lahan tidak berdasar dan tidak jelas.

 

 

” Tuntutan warga tidak jelas, semua persoalan lahan sudah diselesaikan pihak PT. Samana, dan tidak ada warga yang bisa menunjukan bukti kepemilikannya,” kata Safaruddin SH dalam konferensi Pers yang digelar PT. Samana di Restoran Kuala Village, Banda Aceh, Jumat 22 September 2017, sekira pukul 16.00 WIB.

 

 

Dalam konferensi pers tersebut hadir Direktur Utama PT Samana Citra Agung, Deni Pahlevi dan jajaran direksi, sejumlah staf perusahaan serta unsur tokoh masyarakat setempat.

 

 

Sebelumnya, sejumlah warga yang menamakan dirinya Persaudaraan Laweung Batee ( Peulaba) menuding PT. Samana Citra Agung telah menyerobot lahan masyarakat dalam  kerjasamanya dengan PT Semen Indonesia untuk pembangunan pabrik semen di daerah tersebut.

 

 

” Tidak benar itu, Samana tidak pernah serobot tanah warga,” tegas Safar di hadapan puluhan awak media yang hadir saat itu.

 

 

Safaruddin memaparkan, adanya tuntutan pengembalian kerugian lahan milik masyarakat Gampong Kulee dan Cot, setelah survei lapangan terhadap lahan tersebut, ternyata lahan berada di luar area PT. SIA.

 

 

“Jadi, memang ada lahan itu ,tetapi bukan di dalam kawasan PT. Semen Indonesia, itu di luar areal,” ujarnya.

 

 

Safar mengungkapkan, selama ini pihak PT. Samana sudah berupaya optimal memenuhi tuntutan masyarakat terkait lahan dan permasalahan lainnya yang disampaikan warga dalam berbagai kesempatan.

 

 

” Kami sudah berupaya menyelesaikan semua persoalan terkait lahan yang diklaim warga sebagai tanah milik mereka, bahkan ada diantara mereka yang kami bantu buatkan surat- menyuratnya sesuai prosedur yang berlaku,” ungkap Safar.

 

 

Menurut Safar, polemik yang terus berkembang ditengah masyarakat hingga terjadinya berbagai aksi seperti pemblokiran jalan akses ke perusahaan beberapa waktu lalu, sangat membingungkan.

 

 

” Mereka yang aksi itu tidak dapat menunjukan surat atau bukti kepemilikan lahan yang mereka ributkan tersebut. Kalau ada, pihak PT Samana pasti selesaikan,” terang Safar.

 

 

Dia mengaku heran, meskipun semua persoalan terkait lahan sudah diselesaikan, namun masih saja ada warga yang datang menuntut haknya.

 

 

” Kalau ada bukti silahkan berikan ke kami, tapi ini kan nggak ada, cuma main tunjuk – tunjuk aja, ini dulu tanah saya, itu milik orang tua kami, tapi bukti kepemilikannya nggak ada. Kalau begitu caranya, saya juga bisa bilang, disitu ada tanah saya sekian hektar,” ketus Safar.

 

 

Selain itu tambah Safar, warga selama ini kerap melontarkan berbagai tuntutan baik persoalan lahan maupun hal lainnya yang juga telah dipenuhi pihak perusahaan.

 

 

” Lucunya ada yang bilang masyarakat tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan dan sebagainya,  mungkin yang ngomong itu masih kecil di tahun 90an, soalnya semua ini sudah mulai berjalan sejak tahun 90an melibatkan masyarakat, saya aja masih kecil saat itu,” kata Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) tersebut.

 

 

Direktur Utama PT Samana Citra Agung, Deni Fahlevi, dalam kesempatan itu menjelaskan, PT Samana sebenarnya memiliki lahan sendiri, adapun persoalan yang berkaitan dengan lahan yang diklaim masyarakat, sudah diselesaikan dengan pihak terkait.

 

 

” Kita kan punya lahan sendiri, semuanya sudah kita persiapkan sesuai aturan, kami ini kan bekerjasama dengan pihak lain, dalam hal ini PT. Semen Indonesia, logikanya, nggak mungkinlah mereka mau kerjasama kalau kami bermasalah,” ucap Deni.

 

 

Deni mengungkapkan, pihaknya juga telah mengantongi berbagai bentuk perizinan yang mesti dimiliki pihak perusahaan untuk menjalankan rencana pembangunan serta pengoperasian pabrik semen tersebut.

 

 

” Kita sudah kantongi hampir 50 jenis bentuk perizinan, termasuk izin pelabuhan, ada sih yang belum, seperti izin perdagangan, tapi yang lain sudah lengkap, kita juga selalu berkordinasi dengan semua pihak terkait, terutama pemerintah,” ungkap Deni.

 

 

Dia juga menjelaskan, pihaknya selama ini telah mengupayakan berbagai bentuk pendekatan sosial kepada warga serta tokoh masyarakat setempat, namun ia menyesalkan, berbagai tudingan dan aksi massa saja terus digencarkan sekelompok warga terhadap pihaknya.

 

 

” Kami sudah berupaya seoptimal mungkin membuat pendekatan persuasif dan memenuhi bermacam bentuk tuntutan warga setempat, dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal, tapi akhirnya selalu aja timbul persoalan baru yang membingungkan,” sebut Deni.

 

 

Sementara itu, Direksi PT Samana , Yusri memastikan, tidak akan ada pembatalan pembangunan pabrik semen di daerah tersebut, meskipun pihak perusahaan tersebut terus didera tuntutan warga dan berbagai bentuk aksi massa bermuatan penuh tekanan serta tudingan miring yang menyebabkan kondisi tidak kondusif.

 

 

“Tidak, sejauh ini tidak ada hambatan, Kita akan jalan terus dan bangun hubungan yang baik dengan masyarakat, tidak ada pembatalan pembangunan pabrik semen,” tegas Yusri.

 

 

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, warga sekitar perusahaan tersebut melakukan aksi pemblokiran jalan yang disebut sebagai akses menuju PT. SIA yang saat ini sedang giat dalam tahapan konstruksi pembangunan pabrik semen di daerah tersebut.

 

 

Tuntutan warga itu diwarnai aksi blokir jalan hingga sweeping pekerja yang berasal dari luar daerah tersebut.

 

 

” Kita menuntut pihak perusahaan menyelesaikan persoalan lahan milik masyarakat, kita akan blokir jalan dan sweeping pekerja sampai tuntutan kami dipenuhi,” kata salah seorang warga yang terlibat aksi saat itu.

 

 

Sumber itu juga mengatakan, aksi tersebut dilancarkan demi menuntut pihak perusahaan agar menghentikan segala bentuk aktifitas yang sedang berlangsung terkait pembangunan pabrik semen hingga semua persoalan antara pihak perusahaan dengan warga dituntaskan.

 

 

” Kita minta perusahaan stop dulu aktifitas, pekerja keluar dulu, tidak kita apa – apain kok , malah mereka yang kami sweeping kami perlakukan dengan baik, kan mereka cuma kerja, enggak tahu apa – apa, nanti kalau sudah beres silahkan lanjutkan lagi semuanya,” terang sumber tersebut kepada wartawan, beberapa waktu lalu.(red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS