36419 KALI DIBACA

Jodhi Yudono : IWO Didirikan Bukan untuk Mengejar Kekuasaan

Jodhi Yudono : IWO Didirikan Bukan untuk Mengejar Kekuasaan

Jakarta I Media Realitas – Syarat pembentukan organisasi media online berdasarkan keterangan Dewan Pers dengan jumlah 500 anggota dan tersebar di 15 provinsi.  IWO jumlah anggotanya sudah melampaui 500, dan tersebar di 31 provinsi, dan 58 kabupaten/kota.

Ikatan Wartawan Online (IWO) didirikan bukan untuk mengejar kekuasaan, dan paradigma didirikan bukan seperti di zaman Orde Baru  yang tujuannya bisa duduk di DPR, dimana semangatnya hanya kekuasaan.

“Hari ini kita datang kesini untuk menguatkan, dan silahturahmi, bersinergi untuk keluarga kita, dan untuk Indonesia,”kata Ketua Umum IWO Jodhi Yudono, di Musyawarah Bersama IWO ke-I, di Hotel Puri Mega, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/9).

Hadir dalam pembukan Mubes IWO ke-I Staf  Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo) Hendra Subiyakto, Mayjend (Purn) Putu Sastra Winata, Budayawan Mohammad Sobary, wartawan senior  Agus Parengkuan, Kepala Biro  Multimedia Mabes Polri Brigjen Yanfitri, Ahli Cybercrime Gildas Deograt Lumy, dan Ketua Dewan Etik Sulsel Arqam Azikin.

Lebih lanjut Jodhi mengemukakan, dirinya awalnya bekerja di majalah Jakarta-Jakarta selanjutnya bergabung dengan media online kompas.com pada tahun 2000. Diakui, Jodhi dimasa itu media online kelas tiga , tidak diperhitungkan.  Namun di tengah banyaknya media cetak berguguran kini media online tampil memberikan harapan baru bagi perkembangan media.

Wartawan yang juga seniman itu menyayangkan ketidak hadiran Dewan Pers dalam Mubes IWO, padahal sudah lama diundang untuk menghadiri acara IWO.

“Beberapa bulan lalu kita bersilahturahmi dengan dewan pers, syarat menjadi organisasi media online minimal  500 anggota dan 15 provinsi. Kita sudah melampui itu, anggota kita sudah melampaui itu, dan IWO sudah berada di 31 provinsi dan 58 kabupaten/kota,”kata Jodhi.

Dalam acara yang sama, Ketua Dewan Etik yang juga pendiri IWO Iskandar Sitorus mengatakan, IWO berdiri tahun 2012 dengan jumlah 22 orang. “Awalnya kami diremehkan,tapi sekarang kita bisa seperti ini,:”ujar Iskandar.

Sementara, Staf  Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo) Hendra Subiyakto mengemukakan, banyak berita hoax, ujaran kebencian (hate speech), pornografi yang diblokir. “Tapi untuk media online kami tidak untuk memblokir begitu saja karena media online itu diatur dalam undang-undang,”ujarnya.

Selanjutnya, Hendra membuka Mubes IWO I dengan mengetok gong, didampingi Ketua Umum IWO, dan beberapa penasehat yakni Mohammad Sobary, dan Agus Parengkuan.

Seperti diketahui, terselenggaranya Mubes IWO I karena peran bantuan beberapa perusahaan yang mengapresiasi keberadaan IWO selama ini, sehingga IWO dapat digelar di Jakarta. Para sponsor ship yang terlibat dalam membantu Mubes  IWO I yakni, Prima Indonesia, Indonesian Cloud, Master System, Data Comm, Vertanews.tv.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS