116619 KALI DIBACA

LSM Fakta Minta : Usman Abdullah SE Walikota Langsa Copot Direktur RSUD Langsa

LSM Fakta Minta : Usman Abdullah SE Walikota Langsa Copot Direktur RSUD Langsa
Ketua LSM Fakta : Wiradinata

Langsa Aceh I Media Realitas-Terkait dengan pernyataan plh LSM TOPAN-RI agar Wali Kota Langsa Usman Abdullah, SE minta segera mencopot  Direktur rumah sakit umum daerah ( RSUD) Langsa, dr Syarbani M,kes, itu merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan segera, oleh Toke suum karena selama ini dilingkungan RSUD Langsa banyak nya persoalan yang terjadi, sehingga kondisi ini sangat mengganggu konsentrasi kerja pada manajemen rumah sakit itu sendiri.

Menurut Ketua Lsm Fakta Wiradinata, rentang dua tahun terakhir ini sejumlah kasus muncul dilingkungan RSUD selama kepemimpinan Dr syarbaini  M.kes, ini menandakan ketidak profesional nya seorang Direktur, banyak nya kasus yang muncul pada dua tahun terakhir ini, ujar wiradinata kepada media ini, Selasa (25/7) di Langsa.

Lebih lanjut wira menguraikan beberapa kasus yang muncul selama ini di RS Langsa  yaitu raibnya obat obatan, rekam medik, pemotongan uang jasa para medis yang kasus ini sedang dalam proses  di Polres Langsa,”ujar nya.
Sedangkan kasus yang merugikan pihak pegawai baik PNS dan juga pengawal kontrak penentuannya yang tidak transparan tidak sesuai dengan prosedur, ini semua terindikasi permainan pimpinan di RSUD Langsa, sehingga tidak ada alasan lagi Toke Suum pertahankan dr syarbaini sebagai direktur RSUD Langsa.
Yang sangat menyedihkan ada yang sudah lulus kontrak SK nya di tahan sampai hari ini kerena yang bersangkutan disebut sebut ikut demo bersama PNS di rumah sakit masyarakat kota langsa.
Dengan alasan ikut demo sejumlah tenaga kontrak baik yang sudah lulus maupun perpanjangan SK nya tidak diberikan oleh Dr syarbani sehingga banyak tenaga digunakan di rumah sakit tapi gajinya tidak dibayar ini yang sangat tidak manusiawi sekali yang dilakukan oleh direktur RSUD Langsa
Wira lebih lanjut mengharapkan kepada tim inspektorat kota Langsa harus profesional dalam melakukan evaluasi dan audit kepada pihak RSUD,harus bijak dangan terpengaruh rayuan kepada rumah sakit umum langsa ambil sikap yang bijak demi kepentingan umum jangan sampai Toke Suum kecewa kepada tim inspektorat Pemko Langsa.
Issu dugaan utang rumah sakit umum Pemko mencapai Rp 16 milyar ini juga harus di usut serius oleh pihak penegak hukum di Pemko langsa, Kajari jangan tinggal diam dalam kasus ini ujar wira.

Issu ini sudah merebak Kemana mana jadi kita minta penyidik sudah bisa melakukan penyidikan ke RSUD Langsa apakah Issu itu benar atau tidak yang sudah terhembus keluar, kalau tidak ada api tidak mungkin ada asapnya mencul,”ujarnya lagi.
Kita berharap jangan gara-gara setetes air tuba dapat merusak air susu satu belanga, arti nya jangan hanya persoalan RSUD yang hanya akibat ulah dari segelintir orang akan merusak dan mencoreng serta mengganggu konsentrasi kerja pemerintahan kota Langsa.

Sampai berita ini diturunkan media ini belum mendapatkan keterangan resmi baik dari pihak direktur rumah rumah sakit umum maupun dari pihak humas RS Pemko Langsa.
Direktur rumah Sakit Umum Langsa dr syarbaini M,kes berulang kali dihubungi oleh media ini ke kantor nya Selasa (25/7) untuk konfirmasi  tidak berhasil di temui nya.
Media ini masih berusaha menghubungi melalui Telephone selular juga tidak tersambung.(red)

Inilah obat obatan yang di keluarkan dari rumah sakit umum langsa tidak diketahui Kemana obat ini dibawa.
Namun kasus raibnya obat obatan di RS langsa masih ditangani oleh pihak penegak hukum di Polres langsa.
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS