33519 KALI DIBACA

YARA : Terdakwa Korupsi RTLH Bener Meriah Salah Orang

YARA : Terdakwa Korupsi RTLH Bener Meriah Salah Orang

Banda Aceh I Media Realitas- Penasehat Hukum mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Drs. Juanda, M.Pd yang didakwa atas dugaan korupsi dana rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 100 unit pada dinas tersebut tahun 2013 berkeyakinan kliennya akan di vonis bebas oleh majlis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

“Bukan mendahului keputusan majlis hakim, namun dilihat dari bukti yang ada dan keterangan saksi atau fakta persidangan kami yakin klien kami Juanda akan bebas,” ungkap Sulaiman dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kuasa Hukum Juanda, Rabu 5 Juli 2017.

Pihaknya menilai, dalam kasus ini ada kesalahan yang dilakukan oleh penyidik serta penuntut dalam menetapkan Juanda sebagai tersangka/terdakwa (error in persona).

“Seharusnya yang bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan RTLH ini adalah ketua Komite Bener Maju, Marzuki. Jadi kami yakin bahwa Juanda tidak bersalah dan akan dibebaskan,” ungkap Sulaiman.

Ditimpali lagi, kliennya telah menjadi tumbal politik pada Pilkada 2017 di Kabupaten Bener Meriah. Kasusnya cenderung dipaksakan untuk memojokkan salahsatu calon bupati saat itu.

“Banyak yang pernyataan klien kami yang tidak dicantumkan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) termasuk pihak Komite yang melaksanakan kegiatan,” kata Sulaiman.

Disebutkan, dakwaan terhadap kliennya mengkorupsi uang negara sebesar Rp.41 juta juga tidak tepat dan menjurus ke Pungli.

“Di hadapan majlis hakim, saksi ahli menyatakan tidak ada penyimpangan dalam kegiatan tersebut, soal uang Rp.41 juta diterima Juanda justru di tahun 2014 setelah semua pekerjaan selesai. Uang tersebut juga diterima dari Komite dan diminta Juanda karena permintaan atasannya yang disalurkan ke sejumlah pihak. Harusnya Satgas Saber Pungli Bener Meriah juga bekerja sejalan dengan bergulirnya kasus ini,” tandas Sulaiman.

Jalan persidangan kasus ini sudah memasuki tahapan pembacaan pledoi yang dijadwal Rabu 5 Juli 2017.(sumberlintasgayo)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS