62619 KALI DIBACA

Tak Milik Ipal, GMPL-LABUSEL Minta Direktur RSUD Kota Pinang Mundur

Tak Milik Ipal, GMPL-LABUSEL Minta Direktur RSUD Kota Pinang Mundur
example banner

mediarealitas | Labusel

 

Sambil membakar ban bekas Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Lingkungan Labusel(GMPL-LABUSEL), turun ke jalan melakukan aksi Demo di depan kantor Bupati. Dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak polsekta kota pinang dan TNI. Dalam orasinya, mereka menuntut Bupati Wildan Aswan Tanjung segera mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Kota Pinang dari jabatanya,di karenakan sejak berdirinya RSUD Kota Pinang hingga sampai sekarang tidak memiliki instalasi pengolahan limbah (IPAL).

Aksi ini dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kekecewaan terhadap Bupati Wildan Aswan Tanjung. Walau dua priode menduduki kursi no satu di Labusel, Wildan dinilai gagal membuat perubahan-perubahan khususnya di RSUD Kota Pinang, terutama dalam hal pelayanan publik.

Dalam orasinya, Koordinator aksi Parlaungan Nasution menilai, Bupati Wildan tidak becus dalam menempatkan dan mengangkat Direktur RSUD Kota Pinang. Sebab, Direktur sekarang ini tidak memiliki ilmu managemen pengelolaan rumah sakit. Ini terbukti, RSUD Kota Pinang diduga belum memiliki yang namanya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan belum mengantongi izin UKL-UPL, sesuai diatur dalam Undang-Undang no 32 tahun 2009 Pasal 20 Ayat 3 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Hingga saat ini kita menduga, RSUD Kota Pinang belum memiliki IPAL dan Izin UKL-UPL. Hal ini disebabkan tidak memiliki ilmu managemen tentang rumah sakit.” terang Parlaungan.
Parlaungan juga minta dengan tegas kepada Bupati Labusel memperjelas apakah RSUD Kota Pinang sudah memiliki pengolahan Limbah,kalau seandainya sudah ada diminta dengan segara membuktikan izin Amdal, UKL dan UPL nya sesuai undang-undang no 32 tahun 2009 pasal 20 ayat 3 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.tegasnya

“Masyarakat bertempat tinggal di seputaran RSUD Kota pinang menjadi resa, tentunya hal ini bisa berdampak negatif terhadap lingkungan karena segala jenis limbah yang di keluarkan oleh RSUD kota pinang mengandung bahan kimia di tambah lagi sisa-sisa alat kesehatan habis pakai seperti jarum suntik botol infous kotoran-kotoran manusia yang menderita penyakit menular seperti virus HIV,hal ini akan mengancam keselamatan dan kesehatan yang ada di sekitar Rumah sakit tersebut.”paparnya

waktu yang sama assisten II pemkab labusel Ralikul alias Sugeng menemui para saat menemui pendemo di dalam mengatakan walaupun saya pernah Plt RSUD Kota Pinang selama 15 hari saya tdak sempat memahami tentang RSUD,dan sebagai tanggung jawab sebagai asisten II saya segera memanggil Direktur Rumah sakit tersebut menanyakan sejauh mana pengurusan pengolahan Limbah nya.

Sementara Direktur Rumah sakit dr Paisal pernah mengatakan kepada awak media ini beberapa bulan yang lalu di kediamanya bahwa beliau sudah mengajukan anggaran untuk pengadaan alat pengolahan limbah dan saya sudah pernah berkunjung kesalahsatu rumah sakit besar di pulau jawa untuk mempelajari pengolahan limbah,namun sampai saat ini dana nya sampai saat ini belum di tampung di APBD kata Paisal. (TBC)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS