42019 KALI DIBACA

Selesaikan Konflik Sari Rejo, Tim Investigasi Mabes TNI Diturunkan

Selesaikan Konflik Sari Rejo, Tim Investigasi Mabes TNI Diturunkan
example banner

 

mediarealitas  | MEDAN

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Soewondo Medan, Kol Pnb Arifien Syahrir memastikan, tim investigasi dari Markas Besar (Mabes) TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) akan segera turun guna menyelesaikan masalah di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia tersebut.

“TNI AU maupun Mabes TNI, besok akan kirim tim investigasi, ini menunjukkan keseriusan kami terkait masalah ini,” ujar Arifien kepada kepada wartawan usau rapat konsolidasi melibatkan pihak Lanud Soewondo dengan masyarakat Sari Rejo, di ruang III Lantai IV kantor Walikota Medan, Kamis (18/8).

Menurut dia, tim investigasi tersebut akan langsung ke lokasi konflik yang sebelumnya terjadi bentrok hingga mengakibatkan sejumlah, baik dari masyarakat maupun insan pers yang ada dil apangan saat itu.

“Apapun yang terjadi, yang kita peroleh, tidak akan ditutup-tutupi, mereka akan tindak lanjuti semua,” paparnya.

Sementara, terang Arifien, untuk jurnalis dan masyarakat yang telah menjadi korban, dirinya sudah sepakat Walikota Medan untuk memberikan bantuan. “Kami sama-sama beri bantuan, tentu saja bantuan ini bentuk perhatian kami atas musibah yang terjadi,” ujarnya.

Minta Maaf

Dalam kesempatan itu juga, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Soewondo Medan, Kol Pnb Arifien Syahrir menyampaikan permohonan maafnya pada masyarakat maupun wartawan media yang telah menjadi korban peristiwa konflik yang terjadi di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

“Saya sudah sampaikan permohonan maaf ini, dan sudah mencari dan sudah menemukan beberapa item barang yang hilang dan sudah dikembalikan ke kantor teman-teman media,” kata Arifien.

Soal belum ditemukannya barang-barang lain, dia pun memastikan juga sudah membentuk tim mencari itu semua. “Yang kami dapat seperti kereta (sepeda motor), handphone, itu semua sudah kita kembalikan,” ucapnya.

Proses Hukum

Sementara itu , Ketua Komisi A DPRD Sumut, Sarma Hutajulu menyebutkan sudah menyatakan permintaan maafnya, namun proses hukum harus tetap dijalankan kepada para pelaku penganiayaan yang mengakibatkan sejumlah korban, baik dari masyarakat Kelurahan Sari Rejo maupun para jurnalis.

“Kalaupun minta maaf dari Danlanud, tapi proses hukum harus tetap dijalankan,” katanya.

Karena, menurut Sarma, perbuatan kekerasan adalah perbuatan pidana. Oleh karena itu, proses hukum harus tetap dijalankan agar kebenaran dan keadilan terhadap korban konflik Sari Rejo dapat terwujud.

“Saya kira ini sudah jadi masalah nasional, kita dukung apa yang akan dilakukan mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya, Walikota Medan Dzulmi Eldin berjanji akan segera menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia tersebut ke pemerintah pusat.

“Kami hanya menyampaikan bahwa apa yang diinginkan masyarakat tentang masyarakat yang ingin tanah yang mereka tempati selama berpuluh-puluh tahun bisa menjadi hak mereka dalam keputusan pemerintah pusat,” ungkap Eldin.

Mengenai sikap Walikota terhadap lahan tersebut, dijelaskan Eldin, dikarenakan posisi lahan yang menjadi konflik sudah pada putusan hukum, maka pihaknya tidak ingin menafsir-nafsirkannya, mengingat kedua belah pihak (masyarakat Sari Rejo dan Lanud Soewondo) memiliki kekuatan hak-nya sendiri.

“Nah, inilah yang mau kita singkronkan, kita sampaikan ke pemerintah pusat. Apalagi hal ini juga sudah beberapa kali di tangani Komisi II DPR RI disampaikan ke Menhankam, TNI AU, sampai pada Menteri Keuangan selaku yang mengeluarkan aset,” tandasnya. (TBC)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS