52319 KALI DIBACA

Rp.2.27 Triliun Dana Pemko Medan Parkir di Bank

Rp.2.27 Triliun Dana Pemko Medan Parkir di Bank
Gedung Walikota Medan
example banner

mediarealitas | Medan
Klaim pemerintah pusat terkait sejumlah daerah yang serapan anggarannya masih rendah, dan memilik simpanan dana di perbankan yang cukup tinggi menjadi perbincangan hangat di Kota Medan. Seperti diketahui Pemko Medan menjadi salah kota peringkat ke satu dana APBDnya terparkir di Bank.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pemko Medan tidak menampik adanya laporan  anggaran sebesar itu. Namun, ia tidak meyakini jika anggaran yang terparkir dari APBD Pemko Medan sebesar Rp2,27 triliun.

“Kalau serapan anggaran minim iya, namun anggaran yang terparkir tidak segitu. Seingat saya per Mei itu ada sekitar Rp 1,6 triliun,” jelas Irwan Ritongan saat dikonfirmasi wartawan usai rapat di gedung DPRD Medan, Kamis (04/08/2016) sore.

Dijelaskan Irwan, banyaknya dana di Pemko Medan pada saat bulai Medi dikarenakan masih belum dibayarnya dana sertifikasi guru. “Waktu itu memang ada dana sertifikasi guru yang belum dibayar. Nah, kalau sekarang posisinya tidak segitu lagi, mungkin sekitar satu triliun lagi,” jelasnya.

Pun pegitu, Irwan mengakui pihaknya akan mengecek kembali  anggaran di Pemko Medan saat ini. “Yang jelasnya nanti saya cek kembali, nanti adinda hubungi saya soal posisi berapa persisnya anggaan Pemko  sekarang,” ucapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung meminta Pemko Medan segera merealisasikannya anggaran tersebut sehingga Pembangunan bisa berkelanjutan.

“Kita mintalah Pemko Medan segera merealisasikannya, kok bisa sebesar itu ya,” jelasnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini mengatakan pihaknya akan mempertanyakan kenapa Pemko Medan begitu sedikit merealisasikan anggarannya.

“Kita akan tanya nanti ke tim Keuangan Pemko kenapa bisa begitu,” jelasnya.

Terkait persoalan ini, Henry Jhon juga menilai kemungkinan Pemko Medan takut merealisasikan anggaran karena banyaknya persoalan terkait masalah hukum.

“Kita juga akan tanya nanti, apa karena terkait banyaknya masalah hukum sehingga mereka enggan merealisasikan anggaran. Initinya ada ketakutan mereka kalau realisai anggaran ujung ujungnya bermasalah dengan hukum,” jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo Dalam secara terbuka menyebut sejumlah daerah yang serapan anggarannya masih rendah, dan memilik simpanan dana di perbankan yang cukup tinggi.

“Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama Gubernur DKI Jakarta, red) duitnya memang gede, tapi nyimpennya juga gede. Ini harus dikeluarkan, masih ada Rp 13,9 triliun (dana yang tersimpan),” ungkap Presiden seperti diumat laman Sekretaris Kabinet, Kamis (04/08/2016).

Setelah Jakarta, Jawa Barat menempati urutan kedua, dengan dana yang tersimpan mencapai Rp8,034 triliun. Kemudian, disusul Jawa Timur dengan Rp3,9 triliun, Riau Rp2,86 triliun, Papua Rp2,59 triliun, Jawa Tengah Rp2,46 triliun, Kalimantan Timur Rp1,57 triliun, Banten Rp1,52 triliun, Bali Rp1,4 triliun, dan Aceh Rp1,4 triliun.”Itu yang 10 besar, simpanannya masih gede,” ujar Presiden.

Tapi, lanjut Presiden, tidak hanya provinsi saja. Kabupaten juga, tertinggi Bogor Rp1,9 triliun, Kabupaten Bandung Rp1,6 triliun, Kabupaten Bekasi Rp1,5 triliun, Kabupaten Tanah Laut Rp1,3 triliun, Kabupaten Kediri Rp1,39 triliun, Kabupaten Berau Rp1,37 triliun, Kabupaten Mimika Rp1,37 triliun, Kabupaten Nias Rp1,31 triliun.
“Tolong ini segera dikeluarkan uang-uang ini agar beredar di masyarakat, tetapi ikuti prosedur,” pinta Presiden.

Untuk tingkat kota, menurut Presiden, Kota Medan Rp2,27 triliun, Surabaya Rp1,85 triliun, Tangerang Rp1,63 triliun, Cimahi Rp1,52 triliun, Depok1,31 triliun, Semarang Rp1,13 triliun, Magelang Rp1,1 triliun, Tangerang Selatan Rp1,03 triliun, Serang Rp948 miliar, Mojokerto Rp917 miliar.

“Saya sudah dibisikin sama Menteri Keuangan, Pak diungkap saya. Ya saya ungkap,” kata Presiden.

Presiden mengingatkan, nanti kalau simpanannya masih seperti itu, pemerintah akan menerbitkan surat utang. “Kalau masih gede-gede seperti itu, dan tidak bergerak apa-apa, berarti surat utangnya akan semakin banyak,” tutur Presiden.

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS