42119 KALI DIBACA

Pegawai PDAM Tewas Tersenggol KA Sri Bilah

Pegawai PDAM Tewas Tersenggol KA Sri Bilah
example banner

mediarealitas | ASAHAN
Seorang warga bernama Bu Suri dikagetkan dengan menemukan tubuh seorang lelaki tergeletak yang dikiranya sedang tertidur persis disamping perlintasan kreta api, tak jauh dari pintu palang yang berada disekitar jalan Sisingamangaraja dan jalan Pelita. Kamis (25/8) sekira pukul 12.30 WIB. Ternyata, telah meninggal dunia.

“Kukira orang tidur nak, gak tahunya pas saya dekati dari bawah kepalanya keluar darah kental. Trus saya panggil warga, gak tahunya sudah meninggal dunia,” terangnya

Sementara pengakuan warga lainnya, sebelumnya korban terlihat berjalan menyeberangi perlintasan KA, usai memarkirkan sepeda motornya di jalan Pelita. “Tadi memang kuliat bapak ini nyebrang. Mungkin bapak ini disambar kreta api bisnis yang dari rantau,” timpal salah seorang pria di lokasi. Setahuku, bapak itu kerja di PDAM bang,” ucap seorang warga di lokasi.

Tak lama, jasad korban yang terakhir diketahui bernama Sulaiman Lubis (55), warga jalan Gg Bersama Kelurahan Lestari Kisaran Timur itu langsung dievakuasi ke RSUD Kisaran.

“Korban ditabrak Kreta api bisnis Sri Bilah. Korban ini merupakan pegawai PDAM Silau Piasa Asahan. Kepala belakang sebelah kiri mengalami koyak lebar, diduga akibat benturan dengan kreta api. Kita masih memintai keterangan saksi dan pihak PT KAI,” terang Kasat Lantas Polres Asahan melalui Kanit Laka Ipda S Tambunan SH diruang IGD RSUD Kisaran.

Salah seorang pegawai PDAM Silau Piasa membenarkan korban adalah rekannya bekerja dibagian lapangan. “Kawan ini kordinator hubungan pelanggan, jadi memang jarang berada di kantor, biasa dilapangan,” akunya seraya meminta identitasnya untuk tidak dipublikasikan.

Menurut pria yang mengaku seumuran dengan korban, beberapa hari sebelum kejadian, korban menunjukkan gelagat yang tidak seperti biasanya.

“Kemaren-kemaren dia ini suka nyanyi sendiri. Tadi pagi juga, kami rapat jam 10 pagi sama pimpinan, tadi kawan ini keluar kantor sambil senyum pas kutegor. Bulan 6 tahun depan kawan ini udah pensiun. Gitulah kalau naas ya..,” ungkapnya lagi.

Indra Lubis (43), adik korban ditanyai mengatakan, selama hidupnya, korban sangat perhatian kepada adik-adiknya, meskipun mereka sudah saling berkeluarga.

“Baik kali abang kami ini. Orangnya gak pernah marah sama kami. Mudah-mudahan Allah melapangkan kuburannya,” ucapnya berurai air mata.
Usai mendapatkan perawatan, jasad korban selanjutnya dibawa menuju rumah duka. Rencananya, korban akan dikebumikan esok hari di perkuburan muslim jalan FL Tobing Kisaran Timur usai Sholat Jum’at. (TMD-09)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS